Ujian Akhir Semester

January 17th, 2012 Comments off

Apakah Situs ub.ac.id termasuk e-commerce ?

Menurut  Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David Baum, menyebutkan bahwa: “e-commerce is a dynamic set of technologies, aplications, and business procces that link enterprises, consumers, and communities through electronic transaction and the electronic exchange of goods, services, and information”. Bahwa e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.

Dari definisi pernyataan di atas maka saya sependapat bahwa situs ub.ac.id merupakan suatu bentuk kegiatan ecommerce yang yg di adakan oleh universitas brawijaya malang , hal itu dapat diliat dari segi web tersebut yang menyediakan pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik. Dengan adanya situs tersebut para mahasiswa khususnya mahasiswa universitas brawijaya dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan2 tentang informasi dari berbagai aspek dan memberikan kemudahan juga bagi seluruh mahasiswanya untuk lebih berkreatifitas dalam bidang teknologi , hal ini terbukti dengan adanya berbagai macam fasilitas salah satunya yaitu blog mahasiswa. Dengan adanya situs ub.ac.id ini juga di harapkan universitas brawijaya dapat memberikan dan mempromosikan keunggulan universitas dalam bidang IT.

Berikan evaluasi terhadap situs ub.ac.id beserta sub domainya dan berikan saran anda untuk pengembanganya?

Menurut CNET/Builder ada 7 kriteria yang menentukan sebuah website termasuk website yang baik/tidak, yaitu :1. Usability
Jacob Nielsen sang guru usability, usability adalah ‘ dapatkah seorang user menemukan cara untuk menggunakan website tersebut dengan efektif ( doing things right ). Masih menurut Jacob, usability memiliki 5 karakteristik :

- Mudah untuk dipelajari;
- Efisien untuk digunakan;
- Mudah untuk diingat;
- Tingkat frekuensi kesalahan;
- Tingkat kepuasan pemakai;

Karakteristik yang telah ditentukan oleh Jacob Nielsen akan sangat sulit kita terapkan 100%, apalagi kalau sudah menyangkut kepentingan klien web, tetapi paling tidak bisa menjadi acuan yang membantu kita untuk merancang layout suatu website, agar website tersebut :

- Mudah dipelajari penggunaannya oleh pengunjung;
- Mudah diingat dan digunakan navigasinya oleh pengunjung;
- Dapat digunakan secara efisien;
- Memperkecil tingkat kesalahan pemakaian oleh pengunjung dalam mengoperasionalkan web;
- Memuaskan pengunjung hingga akhirnya tertarik untuk kembali lagi;

2. Sistem navigasi
Navigasi yang mudah dipahami oleh pengunjung secara keseluruhan.

3. Graphic Design
Pemilihan grafis, layout, warna, bentuk maupun typografi yang menarik visual pengunjung untuk menjelajahi website.

4. Content
Isi/konten yang bermanfaat ( ‘Content is king , but without good design , Content is a naked king’ ), kecuali website tersebut adalah website eksperimental/show off.

5. Kompatibilitas
Seberapa luas sebuah webite didukung kompabilitas peralatan yang ada, misalnya browser dengan berbagai plug-in nya ( IE, Mozilla, Opera, Netscape, Lynx, Avant, Maxthon dan masih banyak lagi dengan berbagai versi dan plugin nya)

6. Loading time
Waktu panggil (loading time), walaupun ada banyak faktor yang akan mempengaruhi waktu panggil (loading time) website yang akan kita buka, diantaranya: besar bandwith/koneksi pengakses, kondisi webserver pada saat diakses, aplikasi yang digunakan dalam membangun website,dsb. Anda memiliki waktu 8 detik pertama untuk meyakinkan pengunjung untuk meneruskan menjelajahi website anda atau menutup browser dan pergi ke website lain. Oleh karena itu, letakkan ‘sesuatu’ di 8 detik pertama tersebut yang bisa menarik perhatian pengunjung.
Hint: ukuran sebuah halaman web html dengan image di dalamnya (tanpa flash) adalah kurang lebih 50-60 kb.

7. Functionality
Ini akan melibatkan programmer dengan script-scriptnya, misal PHP,ASP,Java,CGI dsb, untuk menciptakan sebuah website yang dinamis, interaktif dan ‘hidup’ yang bisa mengajak pengunjung berkomunikasi secara langsung. Seberapa baik sebuah website bekerja dari aspek teknologikal nya.

Satu hal lagi aspek yang tidak boleh kita lupakan adalah accesibility, yaitu memaksimalkan penggunaan sebuah content ketika satu/lebih indera kita dimatikan/dikurangi (khususnya mata), ingat bahwa mungkin saja pengunjung website kita adalah orang yang memiliki kekurangan secara fisik ( Accesibility Checklist Recomendationnya W3C ).

Dari kriteria kriteria d atas dapat disimpulkan bahwa situs ub.ac.id sudah terdapat pada beberapa kriteria d atas mulai dari faktor usability , sistem navigasi , graphic design , content , kompaatibilitas dan functionality sedangkan dalam kriteria loading time menurut saya situs ub.ac.id masih belum masuk dalam kriteria tersebut hal ini terbukti ketika situs ub.ac.id dalam kondisi traffic , situs tersebut sangat susah untuk dibuka hal ini merupakan sebuah kelemahan yg harus di perbaiki dengan cara menaikan bandwitch karena pada dasarnya mhasiswa universitas brawijaya pada setiap tahunya akan terus bertambah sehingga masalah ini harus sangat dipertimbangkan.

Jelaskan Kekuatan , Kelemahan , Peluang , Hambatan UKM indonesia dalam melakukan pengembangan bisnisnya menggunakan e-commerce ?Berikan saran anda berdasarkan pengalaman negara lain yang sudah anda baca dalam jurnal www.sciencedirect.com ?

KEKUATAN

  • Banyak Produk di Indonesia yang dapat bersaing dengan produk luar negeri
  • Harga yang ditawarkan relatif lebih Murah
KELEMAHAN
  • Kurangnya pengetahuan tentang ecommerce
  • Terbatasnya sarana dan prasana yang menunjang kegiatan ecommerce
PELUANG
  • Banyak Konsumen lebih memilih belanja dengan cara memesan dari web daripada harus datang ke toko
  • Banyak orang menganggap belanja melalui web merupakan sebuah prestige
  • Semakin Banyak jejaring sosial yang mendukung ecommerce
HAMBATAN
  • Ancaman keamanan dalam berbelanja
  • Banyak tindak cyber crime yang menyebabkan konsumen berpikir dua kali dalam melakukan pembelian
Saran
Sebaiknya Pemerintaah khususnya yang bergerak dalam bidang pengembangan UKM indonesia harus lebih memperhatikan lagi tentang perkembangan dunia bisnis yang setiap tahun.nya bergeser ke arah teknologi internet dengan sadar akan hal itu maka pemerintah seharusnya memberikan penyulluhan2 tentang dunia ecommerce kepada pelaku pelaku UKM. selain itu dalam jurnal mengenai pengembangan UKM di negara2 maju bahwa Ecommerce merupakan hal yang sangat penting sekali dalam menunjang pengembangan usaha dalam UKM karena dengan ecommerce kita juga dapat menambah pangsa pasar kita khusunya pangsa pasar global.
Sumber Referensi :
Categories: Tugas2 Ecommerce Tags:

Ujian Akhir Semester

January 17th, 2012 Comments off

Apakah situs ub.ac.id termasuk e-commerce?  Jelaskan alasan anda dengan merujuk teori dari buku dan jurnal  yang sudah anda pelajari. Sebutkan sumbernya!

Non Business E-Commerce meliputi kegiatan-kegiatan non bisnis seperti kegiatan lembaga pendidikan, organisasi nirlaba, keagamaan, dan lain sebagainya (Munir Fuady, 2005:408).

Dengan mengacu pada pernyataan diatas, maka saya berpendapat bahwa Situs ub.ac.id yang adalah merupakan situs resmi Universitas Brawijaya merupakan bentuk dari kegiatan E-commerce. Selain menyediakan informasi-informasi mengenai kampus pada masyrakat luar maupun mahasiswa, situs ini juga sekaligus menyediakan fasilitas E-learning. E-learning disini memuat materi-materi kuliah yang bisa diakses dan diunduh sebagai bahan pembelajaran dalam kegiatan perkuliahan. Dengan memanfaatkan e-Commerce, lembaga pendidikan dapat sekaligus mempromosikan keunggulan yang dimiliki lembaga pendidikan tersebut sehingga dapat menarik minat konsumen bukan hanya dari konsumen bawah, menengah tetapi juga konsumen tingkat atas.

Berikan evaluasi terhadapat situs http://ub.ac.id beserta sub domainnya sesuai dengan teori yang sudah anda pelajari di kelas e-commerce. Berikan saran anda untuk pengembangannya.

Kriteria-kriteria situs yang baik menurut Suyanto (2007 : 61-69), dapat dilihat dari:

  1. Sebuah situs harus mudah untuk dipelajari,efisien dalam penggunaan,dan mudah untuk diingat oleh pengguna.
  2. Tampilan navigasi halaman yang testruktur dengan baik.
  3. Memiliki desain komposisi visual yang baik dan harmonis.
  4. Konten yang menarik, relevan dan sesuai dengan sasaran yang dituju.
  5. Kompatibel dengan browser
  6. Waktu loading yang cepat
  7. Halaman web harus dapat digunakan oleh setiap orang, tanpa memandang usia dan keadaan fisiknya.

Dengan megacu pada kriteria-kriteria ini, secara umum situs ub.ac.id sudah tergolong baik. Kemudahan dan kelengkapan informasi yang diberikan telah dapat memfasilitasi pengguna untuk mengakses informasi-informasi yang diinginkan. Subdomain-subdomain yang ada juga telah menjadi fasilitas tambahan yang menjadi faktor pendukung dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Untuk pengembangannya, mungkin perlu dipertimbangkan untuk menambahkan plugin yang menampilkan video dokumentasi yang berkaitan dengan universitas brawijaya.hal ini akan menjadikan isi website menjadi lebih variatif dan akan membuat orang demakin tertarik untuk mengakses. Namun hal ini juga perlu diimbangi dengan peningkatan dalam hal besar bandwith yang dimiliki, karena pada beberapa kasus seringkali ditemui kesulitan dalam mengakses ke situs ini terutama ketika traffic jaringan sedang tinggi.

Jelaskan  kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan  UKM di Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya menggunakan E-commerce?  Berikan saran anda berdasar pengalaman negara lain yang sudah anda baca di jurnal-jurnal ilmiah (sciencedirect.com)

Kelemahan

  • Terbatasnya sarana dan prasarana pendukung dalam melakukan kegiatan E-commece.
  • Masih ditemukan kurangnya kesadaran pada beberapa penggerak ukm dalam melakukan kegiatan E-commerce.
  • Masih kurangnya pengetahuan SDM dalam penerapan E-commerce bagi pelaku UKM.

Kekuatan

  • Kemudahan yang ditawarkan dalam proses marketing E-commerce.
  • Varian produk yang bervariatif.
  • Harga yang ditawarkan cenderung lebih murah bila dibandingkan jenis usaha menengah.

Peluang

  • Adanya dukungan lebih dari pemerintah dalam memfasilitasi kegiatan E-commerce.
  • Pergeseran perilaku pembelian pada konsumen yang kini lebih menyukai membeli lewat web ketimbang harus ke toko.
  • Tingginya penggunaan media jejaring sosial di Indonesia.

Hambatan

  • Ancaman keamanan yang masih terbilang seringkali ditemui berdampak pada berkurangnya tingkat kepercayaan konsumen.
  • Belum adanya regulasi dari pemerintah yang dapat mengatur mengenai kegiatan E-commerce.

 

Saran

Menurut saya, pemerintah lewat lembaga terkait perlu mengadakan program ataupun penyuluhan bagi para pelaku usaha dalam melakukan kegiatan E-commerce. Di lain pihak, para pelaku usaha juga harus lebih aktif dalam meningkatkan kreatifitas pemasaran melalui media E-Commerce. Selain itu seperti yang disebutkan dalam jurnal mengenai perkembangan E-Commerce di negara maju, tren yang terjadi adalah saat ini masyarakat lebih menyukai untuk mengakses situs dagang online melalui perangkat mobile. Hal ini menjadi indikator bahwa perdagangan E-Commerce dapat lebih berkembang.

Sumber Referensi :

Categories: Uncategorized Tags:

UAS E-COMMERCE

January 17th, 2012 Comments off

1. Apakah situs ub.ac.id termasuk e-commerce? Jelaskan alasan anda dengan merujuk teori dari buku dan jurnal yang sudah anda pelajari. Sebutkan sumbernya!

Pengertian E-Commerce
Definisi E-Commerce itu sendiri menurut Laudon & Laudon (1998), E-Commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan computer sebagai perantara transaksi bisnis.

Tentu saja situs tersebut telah memiliki aspek – aspek yang masuk ke dalam e-commerce, misalnya saja jika kita lihat dari jenis – jenis e-commers Business to Business Berdasarkan karakteristiknya yaitu, situs tersebut sudah melakukan pertukaran data yang dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati bersama, Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data. Sedangkan jika dilihat pada e-commerce Business to Consumer, situs tersebut memiliki karakteristik, Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secra umum pula, Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.
Orang yang sudah membuka situs tersebut otomatis menjadi tahu banyak tentang informasi seputar kampus yang disediakan situs tersebut, dan pada akhirnya orang tersebut tertarik untuk masuk ke kampus sebagai mahasiswa kampus brawijaya
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/e-commerse-definisi-jenis-tujuan.html

2. Berikan evaluasi terhadapat situs http://ub.ac.id beserta sub domainnya sesuai dengan teori yang sudah anda pelajari di kelas e-commerce. Berikan saran anda untuk pengembangannya.

Menurut salah satu artikel cetakan seorang webmaster dari kepulauan pantai selatan inggris. Jhon W.K braham, ciri-ciri website yang baik adalah sebagai berikuti:

a) Halaman ringan untuk dibuka, kita sering sekali menemukan halaman web yang lambat sekali pada saat loading pada saat opening pagenya, itu sering disebebkan karena terlalu banyaknya konten gambar dihalaman web tersebut apalagi yang berukuran terlalu besar atau terlalu lebar, ataupun yang banyak berisikan gambar-gambar adsense atau back link.jadi optimalkan gambar-gambar dihalaman web mu seminimal dan se efisien mungkin.

b) Berisikan konten yang berkualitas, banyak sekali orang yang bisa membuat halaman web bahkan tidak sedikit yang bahkanahli, tapi kalau kita coba cek untuk browsing di google hanya beberapa saja yang berisikan konten yang cukup berkualitas.konten yang berkualitas menurut kang Jhon W.K Braham adalah konten yang berisikan artikel ataupun link download yang banyak dicari orang contohnya seperti tutorial – tutorial, berbagai download software komputer ataupun untuk gadget, berbagai macam e-book gratis dan sebagainya.

c) Tidak terlalu banyak kombinasi warna yang kurang sesuai, warna memang sangat menarik pada saat kita berniat untuk membuat sebuah halaman web, kita bisa berimajinasi dengan menggunakan banyak warna, tapi harus sesuai warna yang harus digunakan. Coba lihat webpage-webpage yang sudah cukup terkenal, mereka kadang hanya menggunakan 2 kombinasi warna saja untuk mempercantik halaman webnya contohnya : Yahoo ( Putih dan Ungu), Facebook ( Putih dan Biru ), Xtgem ( Putih dan hijau ) dan sebagainya.

d) Konten halaman berasal dari penelitian sendiri

Dari ciri ciri di atas maka situs http://ub.ac.id sudah masuk kepada kategori yang baik, pada saat pertama kita klik situs tersebut seketika terbuka dengan ringannya, pada situs tersebut bagian – bagiannya sudah tertata rapi baik susunan judul maupun link link yang sekiranya nanti akan dimasuki si pengguna, sehingga cukup mudah dalam mencari info apa yang ingin kita ketahui, warnanya juga cenderung soft sehingga enak dilihat, simpel dan cukup membuat mata sejuk.
http://kaptenworld.mywapblog.com/ciri-ciri-website-wapsite-yang-baik.xhtml

3. Jelaskan kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan UKM di Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya menggunakan E-commerce? Berikan saran anda berdasar pengalaman negara lain yang sudah anda baca di jurnal-jurnal ilmiah (sciencedirect.com)

Kekuatan:
a) UKM mempunyai berbagai keterbatasan dalam mengakses sumber daya produktif menjadikan UKM sebagai usaha yang mandiri, kukuh, dan fleksibel
b) UKM merupakan wahana dan tumpuan utama yang paling menjanjikan bagi penciptaan wirausaha baru yang dapat dijangkau oleh masyarakat yang ingin memulai wirausaha
c) UKM mempunyai karakteristik keluasan daya tampung yang besar bagi pengejawantahan aspirasi ekonomi masyarakat luas untuk memperoleh penghidupan yang layak.

Kelemahan:
a) Keterbatasan sarana prasarana dan infrastruktur, terutama di sektor transportasi, telekomunikasi, pasokan air bersih, dan listrik.
b) Rendahnya kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) tercermin dari lambannya pertumbuhan UKM yang prestatif, dan sedikitnya UKM yang bisa go internasional.
c) Rendahnya produktifitas dan daya kompetisi yang berekses terhadap penciptaan dan pengeksplorasian peluang usaha, serta akses terhadap sumber-sumber permodalan.
d) Keterbatasan akses UKM terhadap sumber daya produktif yang menjadi kendala bagi pengembangan UKM secara cepat dan berkesinambungan.
e) Upaya mempercepat pembangunan UKM memiliki berbagai keterbatasan yakni mekanisme pasar yang berkeadilan belum efektif berfungsi, keterbatasan keuangan negara untuk pembinaan UKM, belum optimalnya fungsi pelaksanaan otonomi daerah untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan UKM.
f) Minimnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi

Peluang:
a) Munculnya kemauan politik yang kuat dari pemerintah dan tuntutan masyarakat untuk menciptakan pembangunan nasional yang berkeadilan dan transparan, serta komitmen membangun sistem ekonomi kerakyatan, walaupun masih abstrak.
b) Potensi pasar dalam negeri yang terus berkembang, seiring dengan perkembangan jumlah penduduk, kualitas pendidikan, dan tingkat pendapatan.
c) Pulihnya perekonomian nasional dari krisis ekonomi.
d) Dukungan pranata konstitusi (Undang-Undang Usaha Kecil, Undang-Undang Perkoperasian, dan Undang-Undang Propernas) yang memberikan prioritas pembangunan ekonomi pada UKM dalam mewujudkan sistem ekonomi kerakyatan.
e) Pelaksanaan otonomi disertai permodalan yang lebih baik.
f) Perubahan struktur perekonomian nasional dari sektor pertanian ke sektor industri dan jasa. Hal ini menciptakan peluang bagi UKM, terutama di bidang agribisnis, agroindustri, pariwisata, industri kerajinan, untuk berkontribusi sebagai sub kontraktor yang kuat dan efisien bagi usaha besar.
g) Tersedianya SDM angkatan kerja dalam jumlah besar yang masih belum terdayagunakan secara efektif dan produktif.
h) Semakin pesatnya kerjasama ekonomi antar negara, terutama dalam lingkup ASEAN.
i) Meningkatnya kesadaran, komitmen, dan keberpihakan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan arti pentingnya UKM dalam perekonomian.
j) Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang sangat menunjang dinamisasi kegiatan bisnis dan juga menunjang kemampuan akses pasar secara cepat.

Ancaman:
a) Adanya agenda Neoliberalisasi dari dunia internasional. Liberalisasi perdagangan yang tanpa batas akan mengancam upaya pengembangan UKM.
b) Kompetisi dengan pebisnis asing yang sangat inovatif, didukung teknologi, modal, dan jaringan usaha yang sangat luas akan membuat UKM sulit berkompetisi dan berkembang.
c) Kelemahan pengaturan dan penegakan hukum dapat mengancam semakin terdesaknya UKM oleh usaha besar yang secara agresif memasuki wilayah usaha yang sepantasnya diperuntukkan bagi UKM.
d) Masih rendahnya komitmen mutu dari pelaku UKM, menyebabkan rendahnya kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan keandalan produk UKM.
e) Rendahnya kepercayaan konsumen terhadap pelaku UKM akibat kurangnya komitmen penegakan etika bisnis.

Saran
Di indonesia masih kurang sekali andil pemerintah dalam ikut memajukan perkembangan UKM dalam negri, dengan rendahnya kualitas SDM yang ada, dan sarana dan prasarana yang kurang menunjang maka lengkap sudah kesulitan UKM indonesia yang ingin berkembang. Dengan begini sebaiknya pemerintah harus terus berupaya mensosialisasikan bagaima cara mengembangkan UKM, dengan mempermudah dalam penyediaan sarana dan prasarana juga akan membantu para pekerja UKM, memang terlihat seperti akan menghabiskan dana yang cukup lumaya, tetapi jika rakyat sudah mandiri pasti akan ada timbal balik yang diterima oleh pemerintah juga tentunya.

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0378720611000735

Categories: Uncategorized Tags:

Rangkuman Materi E-Commerce

January 17th, 2012 Comments off
Categories: Uncategorized Tags:

Ujian Akhir Semester E-Commerce

January 17th, 2012 Comments off
  1. Apakah situs ub.ac.id termasuk e-commerce?  Jelaskan alasan anda dengan merujuk teori dari buku dan jurnal  yang sudah anda pelajari. Sebutkan sumbernya!

Situs ub.ac.id merupakan situs yang menerapkan e-commerce.

Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David Baum, menyebutkan bahwa: “e-commerce is a dynamic set of technologies, aplications, and business procces that link enterprises, consumers, and communities through electronic transaction and the electronic exchange of goods, services, and information”. Bahwa e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik. Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda. E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet. Melihat berbagai penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Universitas Brawijaya membuat sebuah website yang berguna untuk menjalin hubungan yang baik antara individu maupun organisasi. Universitas Brawijaya sebagai lembaga pendidikan terus menginformasikan semua kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan generasi yang berkualitas dan juga membangun negeri. Sehingga publik dapat mengetahui dan memberikan penilaian terhadap Universitas Brawijaya sehingga mereka dapat mempertimbangkan apakah menggunakan jasa Universitas Brawijaya. Jadi, situs ub.ac.id termasuk salah satu bentuk dari e-commerce.

  1. Berikan evaluasi terhadapat situs http://ub.ac.id beserta sub domainnya sesuai dengan teori yang sudah anda pelajari di kelas e-commerce. Berikan saran anda untuk pengembangannya.

Menurut CNET/Builder ada 7 kriteria yang menentukan sebuah website termasuk website yang baik/tidak, yaitu :

  1. Usability
    Jacob Nielsen sang guru usability, usability adalah ‘ dapatkah seorang user menemukan cara untuk menggunakan website tersebut dengan efektif ( doing things right ). Masih menurut Jacob, usability memiliki 5 karakteristik :

  • Mudah untuk dipelajari

  • Efisien untuk digunakan

  • Mudah untuk diingat

  • Tingkat frekuensi kesalahan

  • Tingkat kepuasan pemakai

Karakteristik yang telah ditentukan oleh Jacob Nielsen akan sangat sulit kita terapkan 100%, apalagi kalau sudah menyangkut kepentingan klien web, tetapi paling tidak bisa menjadi acuan yang membantu kita untuk merancang layout suatu website, agar website tersebut :

  • Mudah dipelajari penggunaannya oleh pengunjung

  • Mudah diingat dan digunakan navigasinya oleh pengunjung

  • Dapat digunakan secara efisien

  • Memperkecil tingkat kesalahan pemakaian oleh pengunjung dalam mengoperasionalkan web

  • Memuaskan pengunjung hingga akhirnya tertarik untuk kembali lagi

  1. Sistem navigasi


Navigasi yang mudah dipahami oleh pengunjung secara keseluruhan.

  1. Graphic Design


Pemilihan grafis, layout, warna, bentuk maupun typografi yang menarik visual pengunjung untuk menjelajahi website.

  1. Content
    Isi/konten yang bermanfaat ( ‘Content is king , but without good design , Content is a naked king’ ), kecuali website tersebut adalah website eksperimental/show off.

  2. Kompatibilitas
    Seberapa luas sebuah webite didukung kompabilitas peralatan yang ada, misalnya browser dengan berbagai plug-in nya ( IE, Mozilla, Opera, Netscape, Lynx, Avant, Maxthon dan masih banyak lagi dengan berbagai versi dan plugin nya)

  3. Loading time


Waktu panggil (loading time), walaupun ada banyak faktor yang akan mempengaruhi waktu panggil (loading time) website yang akan kita buka, diantaranya: besar bandwith/koneksi pengakses, kondisi webserver pada saat diakses, aplikasi yang digunakan dalam membangun website,dsb. Anda memiliki waktu 8 detik pertama untuk meyakinkan pengunjung untuk meneruskan menjelajahi website anda atau menutup browser dan pergi ke website lain. Oleh karena itu, letakkan ‘sesuatu’ di 8 detik pertama tersebut yang bisa menarik perhatian pengunjung.
Hint: ukuran sebuah halaman web html dengan image di dalamnya (tanpa flash) adalah kurang lebih 50-60 kb.

  1. Functionality
    Ini akan melibatkan programmer dengan script-scriptnya, misal PHP,ASP,Java,CGI dsb, untuk menciptakan sebuah website yang dinamis, interaktif dan ‘hidup’ yang bisa mengajak pengunjung berkomunikasi secara langsung. Seberapa baik sebuah website bekerja dari aspek teknologikal nya.

Satu hal lagi aspek yang tidak boleh kita lupakan adalah accesibility, yaitu memaksimalkan penggunaan sebuah content ketika satu/lebih indera kita dimatikan/dikurangi (khususnya mata), ingat bahwa mungkin saja pengunjung website kita adalah orang yang memiliki kekurangan secara fisik ( Accesibility Checklist Recomendationnya W3C ).

Situs yang dimiliki Universitas Brawijaya yaitu situs ub.ac.id setidaknya sudah mencakup ke tujuh kriteria tersebut. Dalam situs ini sudah menampilkan berbagai informasi dengan sangat baik. Informasi dapat dengan mudah diakses oleh konsumen. Seperti halnya, informasi pendaftaran mahasiswa, profil, lembaga, kemahasiswaan, dll. Selain itu penyajian informasi yang diberikan sangat mudah dipahami. Sehingga konsumen dalam melakukan aktifitas pencarian informasi dalam situs ini menjadi lebih mudah.

Saran untuk pengembangannya adalah

  • Penggunaan multimedia lebih digunakan dengan baik, misal memberikan gambar gerak pada situs tersebut dan juga memasukkan video tentang profil Universitas Brawijaya sehingga menarik konsumen.

  • Memperbaiki content yang belum terintegrasi dengan sistem yang lainnya

  1. Jelaskan  kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan  UKM di Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya menggunakan E-commerce?  Berikan saran anda berdasar pengalaman negara lain yang sudah anda baca di jurnal-jurnal ilmiah (sciencedirect.com)

Kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan  UKM di Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya menggunakan E-commerce:

  1. Kekuatan

  • Produk UKM yang tergolong unik dan kreatif

Produk-produk yang dihasilkan para UKM Indonesia cenderung unik dan kreatif. Hal ini dipengaruhi oleh keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia yang dalam membuat suatu produk mencirikan budaya mereka masing-masing, contoh: batik dari kota solo memliki ciri khas yang berbeda dengan batik kalimantan. Sehingga bila dilakukan pemasaran dalam internet, akan mampu menciptakan segmen pasar yang kuat.

  •  Perkembangan IT yang sangat pesat

Mudahnya pengaksesan internet juga dipengaruhi oleh berbagai provider IT. Lokasi yang tersebar secara luas, kualitas akses internet yang baik, dan harga murah yang dapat dijangkau berbagai kalangan membuat internet bisa dinikmati masyarakat.

  • Mudahnya akses secara online

Akses secara online saat ini sangat mudah. Hal ini dikarenakan agar konsumen dalam melakukan aktifitas jual beli tidak mengalami kesulitan. Fitur-fitur yang variatif dan unik membuat konsumen merasa puas melakukan kegiatan jual beli secara online

  1. Kelemahan

  • Sistem pembayaran scara online yang masih sulit dilakukan

Saat ini masih banyak konsumen yag belum terbiasa menggunakan kartu kredit untuk melakukan pembayaran sehingga pembayaran yang dilakukan melalui bank

  • Pengetahuan konsumen tentang bisnis online yang masih kurang

Masyarakat di Indonesia masih belum terbiasa melakukan pembelian secara on-line. Ketakutan akan pembelian secara online sering muncul, misal setelah uang dikirim/dibayar barang tidak kunjung diantarkan dan pembeli tidak bisa mendatangi pihak penjual karena transaksi dilakukan di dunia maya . Pengetahuan konsumen dalam hal ini perlu dilberikan padahal banyak kelebihan yang bisa didapatkan melalui bisnis online.

  • Masih banyak UKM yang belum memiliki website untuk melakukan kegiatan jual beli

UKM yang beredar saat ini kebanyakaan berada didaerah pinggir kota jadi belum adanya akses internet di daerah tersebut. Ini mengakibatkan usaha yang mereka jalankan cenderung monoton karena usaha yang mereka jalankan tidak memiliki variasi dalam hal jual beli.

  • UKM di Indonesia belum memiliki pengetahuan tentang bisnis secara online

Menjamurnya UKM di pinggiran kota mengakibatkan pengetahuan bisnis secara online tidak dapat berjalan dengan baik dan hal ini ditambah dengan sulitnya akses internet di daerah tersebut.

  1. Peluang

  • Pengetahuan semua kalangan tentang dunia maya yang semakin banyak

Dengan berkembangnya internet maka semua kalangan dapat mengetahui banyak hal. Sekarang tidak hanya kawula muda yang menggunakan/mengakses inernet tetapi juga orang tua yan sudah bisa menggunakan internet.

  • Penggunaan media sosial

Sosial media merupakan faktor pendukung perkembangan e-commerce di Indonesia yang sangat kuat. Facebook, twitter, youtube termasuk media sosial yang banyak digunakan UKM untuk memasarkan produknya. Akses yang mudah dan dapat langsung diterima konsumen menjadi salah satu hal lebih media sosial dalam halnya jual beli. Komunitas media sosial menjadi sarana berbagi informasi yang efektif mengenai adanya atau perkembangan sebuah website/situs e-commerce baru.

  • Mulai dikenalnya e-commerce di indonesia

Saat ini bisnis secara online mulai dikenal di Indonesia, hal ini memberikan peluang yang sangat baik bagi UKM untuk menarik minat para konsumen akan produk yang dipasarkannya sehingga nantinya kepercayaan konsumen akan produk UKM dapat terbangun dengan baik.

  1. Hambatan

  • Hak Kekayaan Intelektual

Hak Kekayaan Intelektual merupakan hak yang diberikan kepada orang-orang atas hasil dari buah pikiran mereka. Biasanya hak eksklusif tersebut diberikan atas penggunaan dari hasil buah pikiran si pencipta dalam kurun waktu tertentu. Buah pikiran tersebut dapat terwujud dalam tulisan, kreasi artistik, simbol-simbol, penamaan, citra, dan desain yang digunakan dalam kegiatan ko-mersil. Produk dalam e-commerce ini tidak hanya dipasarkan kepada masyarakat di suatu negara tetapi juga masyarakat di seluruh dunia. Sehingga sering kali terjadi peniruan produk yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dimana mereka mengakui bahwa produk itu milik mereka. Ini mengakibatkan UKM kecil yang memproduksi produk tersebut dan tidak memiliki kekuatan hanya membiarkan saja produknya diambil oleh oknum tersebut

  • Kejahatan internet

Maraknya kejahatan di dunia maya membuat sebuah UKM berpikir dua kali untuk membuat website atau memasarkan produknya. Saat ini, kejahatan berupa hacker dimana seseorang tanpa ijin membuka, mengakses dan mengubah data yang ada dalam sebuah website usaha. Hal ini selain merugikan pemilik website juga membuat konsumen berpikir ulang untuk melakukan transaksi jual beli karena produk yang diperjualbelikan tidak sesuai dengan kenyataan.

Saran:

Adanya perhatian pemerintah terhadap UKM yang berada di daerah sekitarnya sehingga UKM dapat berjalan dengan baik. Pemberian fasilitas yang memadai sangat diperlukan UKM untuk memajukan usahanya, misalnya kemudahan pengaksesan internet untuk kegiatan pemasaran produk, informasi apa saja yang diperlukan UKM untuk memajukan usahanya, dll. Kejahatan internet yang marak terjadi dapat diminimalisir karena UKM dilindungi oleh pihak pemerintah. Keuntungan nantinya akan didapatkan oleh kedua belah pihak, UKM dapat menjalankan usahanya dengan baik dan pemerintah mendapatkan pemasukan dana dari usaha yang dijalankan UKM.

Categories: Uncategorized Tags:

Kejahatan Internet (cyber crime)

January 17th, 2012 Comments off

Hati-hati Kejahatan Internet
KEJAHATAN DI INTERNET (CYBER CRIME)
DAN APA ITU HACKING, CRACKING, CARDING, PHISING, SPAMMING DAN DEFACING etc.?

Indonesia bukan hanya terkenal sebagai negara terkorup di dunia, melainkan juga Negara dengan “carder” tertinggi di muka bumi, setelah Ukrania. “carder” adalah penjahat di internet, yang membeli barang di toko maya (online shoping) dengan memakai kartu kredit milik orang lain. Meski pengguna internet Indonesia masih sedikit dibanding negara Asia Tenggara lainnya, apalagi dibanding Asia atau negara-negara maju, nama warga Indonesia di internet sudah “ngetop” dan tercemar! Indonesia masuk “blacklist” di sejumlah online shoping ternama, khususnya di amazon.com dan ebay.com Kartu kredit asal Indonesia diawasi bahkan diblokir. Sesungguhnya, sebagai media komunikasi yang baru, internet memberikan sejuta manfaat dan kemudahan kepada pemakainya. Namun internet juga mengundang ekses negatif, dalam berbagai tindak kejahatan yang menggloblal. Misalnya, tindak penyebaran produk pornorgrafi, pedofilia, perjudian, sampah (spam), bermacam virus, sabotase, dan aneka penipuan, seperti carding, phising, spamming, dll. Yang gawat, nama negara terseret karenanya.

Berikut sejumlah jenis kejahatan via internet :
CARDING

Carding adalah berbelanja menggunakan nomor dan identitas kartu kredit orang lain, yang diperoleh secara ilegal, biasanya dengan mencuri data di internet. Sebutan pelakunya adalah “carder”. Sebutan lain untuk kejahatan jenis ini adalah cyberfroud alias penipuan di dunia maya. Menurut riset Clear Commerce Inc, perusahaan teknologi informasi yang berbasis di Texas – AS , Indonesia memiliki “carder” terbanyak kedua di dunia setelah Ukrania. Sebanyak 20 persen transaksi melalui internet dari Indonesia adalah hasil carding. Akibatnya, banyak situs belanja online yang memblokir IP atau internet protocol (alamat komputer internet) asal Indonesia. Kalau kita belanja online, formulir pembelian online shop tidak mencantumkan nama negara Indonesia. Artinya konsumen Indonesia tidak diperbolehkan belanja di situs itu.

Menurut pengamatan ICT Watch, lembaga yang mengamati dunia internet di Indonesia, para carder kini beroperasi semakin jauh, dengan melakukan penipuan melalui ruang-ruang chatting di mIRC. Caranya para carder menawarkan barang-barang seolah-olah hasil carding-nya dengan harga murah di channel. Misalnya, laptop dijual seharga Rp 1.000.000. Setelah ada yang berminat, carder meminta pembeli mengirim uang ke rekeningnya. Uang didapat, tapi barang tak pernah dikirimkan.
HACKING

Hacking adalah kegiatan menerobos program komputer milik orang/pihak lain. Hacker adalah orang yang gemar ngoprek komputer, memiliki keahlian membuat dan membaca program tertentu, dan terobsesi mengamati keamanan (security)-nya. “Hacker” memiliki wajah ganda; ada yang budiman ada yang pencoleng. “Hacker” budiman memberi tahu kepada programer yang komputernya diterobos, akan adanya kelemahan-kelemahan pada program yang dibuat, sehingga bisa “bocor”, agar segera diperbaiki. Sedangkan, hacker pencoleng, menerobos program orang lain untuk merusak dan mencuri datanya.
CRACKING

Cracking adalah hacking untuk tujuan jahat. Sebutan untuk “cracker” adalah “hacker” bertopi hitam (black hat hacker). Berbeda dengan “carder” yang hanya mengintip kartu kredit, “cracker” mengintip simpanan para nasabah di berbagai bank atau pusat data sensitif lainnya untuk keuntungan diri sendiri. Meski sama-sama menerobos keamanan komputer orang lain, “hacker” lebih fokus pada prosesnya. Sedangkan “cracker” lebih fokus untuk menikmati hasilnya. Kasus kemarin, FBI bekerja sama dengan polisi Belanda dan polisi Australia menangkap seorang cracker remaja yang telah menerobos 50 ribu komputer dan mengintip 1,3 juta rekening berbagai bank di dunia. Dengan aksinya, “cracker” bernama Owen Thor Walker itu telah meraup uang sebanyak Rp1,8 triliun. “Cracker” 18 tahun yang masih duduk di bangku SMA itu tertangkap setelah aktivitas kriminalnya di dunia maya diselidiki sejak 2006.
DEFACING

Defacing adalah kegiatan mengubah halaman situs/website pihak lain, seperti yang terjadi pada situs Menkominfo dan Partai Golkar, BI baru-baru ini dan situs KPU saat pemilu 2004 lalu. Tindakan deface ada yang semata-mata iseng, unjuk kebolehan, pamer kemampuan membuat program, tapi ada juga yang jahat, untuk mencuri data dan dijual kepada pihak lain.
PHISING

Phising adalah kegiatan memancing pemakai komputer di internet (user) agar mau memberikan informasi data diri pemakai (username) dan kata sandinya (password) pada suatu website yang sudah di-deface. Phising biasanya diarahkan kepada pengguna online banking. Isian data pemakai dan password yang vital yang telah dikirim akhirnya akan menjadi milik penjahat tersebut dan digunakan untuk belanja dengan kartu kredit atau uang rekening milik korbannya.
SPAMMING

Spamming adalah pengiriman berita atau iklan lewat surat elektronik (e-mail) yang tak dikehendaki. Spam sering disebut juga sebagai bulk email atau junk e-mail alias “sampah”. Meski demikian, banyak yang terkena dan menjadi korbannya. Yang paling banyak adalah pengiriman e-mail dapat hadiah, lotere, atau orang yang mengaku punya rekening di bank di Afrika atau Timur Tengah, minta bantuan “netters” untuk mencairkan, dengan janji bagi hasil. Kemudian korban diminta nomor rekeningnya, dan mengirim uang/dana sebagai pemancing, tentunya dalam mata uang dolar AS, dan belakangan tak ada kabarnya lagi. Seorang rector universitas swasta di Indonesia pernah diberitakan tertipu hingga Rp1 miliar dalam karena spaming seperti ini.
MALWARE

Malware adalah program komputer yang mencari kelemahan dari suatu software. Umumnya malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau operating system. Malware terdiri dari berbagai macam, yaitu: virus, worm, trojan horse, adware, browser hijacker, dll. Di pasaran alat-alat komputer dan toko perangkat lunak (software) memang telah tersedia antispam dan anti virus, dan anti malware. Meski demikian, bagi yang tak waspadai selalu ada yang kena. Karena pembuat virus dan malware umumnya terus kreatif dan produktif dalam membuat program untuk mengerjai korban-korbannya.
Hati-hati Kejahatan Internet ..!

Dedemit Dunia Maya Acak-acak Situs Penting

Saat ini penanganan kejahatan di dunia maya (cyber crime) masih minim, padahal Indonesia termasuk negara dengan kasus cyber crime tertinggi di bawah Ukrania. Penanganan kasus kejahatan jenis ini memang membutuhkan kemampuan khusus dari para penegak hukum.

Dari kasus-kasus yang terungkap selama ini, pelaku diketahui memiliki tingkat kepandaian di atas rata-rata. Selain karena motif ekonomi, sebagian hacker melakukan tindakan merusak website orang lain hanya sekadar untuk pamer kemampuan. Kasus terakhir, Rizky Martin, 27, alias Steve Rass, 28, dan Texanto alias Doni Michael melakukan transaksi pembelian barang atas nama Tim Tamsin Invex Corp, perusahaan yang berlokasi di AS melalui internet. Keduanya menjebol kartu kredit melalui internet banking sebesar Rp350 juta. Dua pelaku ditangkap aparat Cyber Crime Polda Metro Jaya pada 10 Juni 2008 di sebuah warnet di kawasan Lenteng Agung, Jaksel. Awal Mei 2008 lalu, Mabes Polri menangkap “hacker” bernama Iqra Syafaat, 24, di satu warnet di Batam, Riau, setelah melacak IP addressnya dengan nick name Nogra alias Iqra. Pemuda tamatan SMA tersebut dinilai polisi berotak encer dan cukup dikenal di kalangan hacker. Dia pernah menjebol data sebuah website lalu menjualnya ke perusahaan asing senilai Rp600 ribu dolar atau sekitar Rp6 miliar. Dalam pengakuannya, hacker lokal ini sudah pernah menjebol 1.257 situs jaringan yang umumnya milik luar negeri. Bahkan situs Presiden SBY pernah akan diganggu, tapi dia mengurungkan niatnya.
Kasus lain yang pernah diungkap polisi pada tahun 2004 ialah saat situs milik KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang juga diganggu hacker. Tampilan lambang 24 partai diganti dengan nama ‘partai jambu’, ‘partai cucak rowo’ dan lainnya. Pelakunya, diketahui kemudian, bernama Dani Firmansyah,24, mahasiswa asal Bandung yang kemudian ditangkap Polda Metro Jaya. Motivasi pelaku, konon, hanya ingin menjajal sistem pengamanan di situs milik KPU yang dibeli pemerintah seharga Rp 200 miliar itu. Dan ternyata berhasil.
BOBOL KARTU KREDIT

Data di Mabes Polri, dari sekitar 200 kasus cyber crime yang ditangani hampir 90 persen didominasi carding dengan sasaran luar negeri. Aktivitas internet memang lintas negara. Yang paling sering jadi sasaran adalah Amerika Serikat, Australia, Kanada dan lainnya. Pelakunya berasal dari kota-kota besar seperti Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Semarang, Medan serta Riau. Motif utama adalah ekonomi. Peringkat kedua hacking dengan merusak dan menjebol website pihak lain dengan tujuan beragam, mulai dari membobol data lalu menjualnya atau iseng merusak situs tertentu.

Kejahatan internet lainnya, pornografi yakni menjadikan internet sebagai arena prostitusi. Sejumlah situs porno yang digunakan sebagai pelacuran terselubung dan penjualan aksesoris seks pernah diusut Polda Metro Jaya, dan pengelolanya ditangkap. Situs judi seperti indobetonline.com, juga pernah dibongkar Mabes Polri. Selain itu, belum lama ini, kepolisian Tangerang juga membongkar judi di situs tangkas.net yang menyediakan judi bola tangkas, Mickey Mouse dan lainnya. Kejahatan lainnya, penipuan lewat internet.

“Kejahatan internet ada dua kategori, yakni sasaran utamanya fasilitas komputer sebagai alat teknologi dan tidak hanya sebagai sarana. Kategori ke dua, menjadikan komputer sebagai sarana melakukan kejahatan.

Categories: Tugas2 Ecommerce Tags:

UTS

January 17th, 2012 Comments off

Hubungan antara supply chain management dengan ecommerce

Perusahan Maya mengandalkan berbagai hubungan pemasok untuk memberikan pelayanan pada saat diperlukan. Perusahaan maya mempunyai batasan organisasi yang tidak tetap dan bergerak sehingga memungkinkan terciptanya perusahaan yang unik agar dapat memenuhi permintaan pasar yang cenderung berubah Hubungan bisa bersifat jangka pendek maupun jangka panjang, mitra sejati atau kolaborasi, pemasok atau subkontraktor. Apapun bentuk hubungannya diharapkan akan menghasilkan kinerja kelas dunia yang ramping. Keuntungan yang bisa diperoleh diantaranya adalah: keahlian manajemen yang terspesialisasi, investasi modal yang rendah, fleksibilitas dan kecepatan. Hasil yang diharapkan adalah efisiensi.
Agar dapat beroperasi dengan efesien dan memproduksi baran-barang berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan para pelanggan, organisasi harus memiliki pengiriman pasokan dan material berkualitas tinggi dengan harga yang pantas yang dapat dipercaya. Organisasi juga membutuhkan system yang efisien dan dapat dipercaya untuk mendistribusikan produk-produk yang sudah selesai, menjadikannya tersedia untuk para pelanggan. Oleh karena itu , manajer operasi yang memiliki focus yang strategis mengakui bahwa mereka harus mengatur seluruh rantai pasokan. Manajemen rantai pasokan ( supply chain management) merupakan istilah untuk pengaturan urutan pemasok dan pembeli yang meliputi semua tingkat pemrosesan mulai dari mendapatkan bahan baku sampai pendistribusian barang-barang yang sudah selesai diproduksi ke pelanggan akhir.
E-commerce merupakan sarana untuk memperluas jaringan supply chain sebuah perusahaan. Dalam rantai supply chain, hubungan antar bisnis bukan hanya penting, tapi vital. Produk-produk yang berupa tangible goods perlu melewati cukup banyak tahapan B2B sebelum akhirnya dihantarkan ke pemekai akhir lewat satu proses B2C. Dengan adanya e-commers proses itu bisa dipersingkat dan jaringannya relative lebih luas.

2. E-Commerce dapat mengurangi siklus waktu, meningkatkan kinerja karyawan dan memberikan dukungan terhadap fasilitasi pelanggan dengan cara :
1. Mengurangi siklus waktu karena adanya E-Business Application
a. ERP (Enterprise Resource Planning) sistem informasi pendukung e-business, yang menyediakan berbagai macam kebutuhan perusahaan seperti supply chain, CRM, marketing, warehouse, shipping, dan payment, serta mampu melakukan otomatisasi proses bisnis
b. CRM (Customer Relationship management) sistem kustomisasi real time yang memanajemen kustomer dan melakukan personalisasi produk dan servis berdasarkan keinginan customer.
c. EAI (Enterprise Application Integration) merupakan konsep integrasi berbagai proses bisnis dengan memperbolehkan mereka saling bertukar data berbasis message.
d. SCM (Supply Chain Management) manajemen rantai supply secara otomatis terkomputerisasi.
2. Meningkatkan kinerja karyawan
Karena sistemnya yang terkomputerisasi dan terotomatisasi maka mempercepat dan memepermudah kinerja dimanapun transaksi dilakukan. Dengan e commerce maka pembagian kerja karyawan akan semakin diarahkan ke bagian yang lainnya karena jaringan telah difasilitasi oleh ekstranet dan intranet. Keadaan ini akan memberikan efisiensi kerja dan karyawan akan semakin fokus kepada pekerjaan baru yang diberikan kepada mereka. Apabila karyawan fokus pada apa yang dikerjakan maka kinerja karyawan juga akan meningkat.
3. Memberi dukungan terhadap fasilitasi pelanggan
E-commerce adalah salah bentuk teknologi informasi yang merupakan media bisnis yang relatif baru di Indonesia. Diluar negeri e-commerce sudah muncul satu dasawarsa yang lalu bahkan Gedung putih pernah mendeklarasikan e-commerce sebagai tonggak revolusi industri baru yang akan sangat berdampak pada stabilitas global. Peranan e-commerce dalam dunia bisnis telah merubah sistem perdagangan konvensional yang bertumpu pada distributor menjadi lebih praktis antara produsen dengan konsumen yang memotong mata rantai distributor.
Keberadaan e-comm tidak saja sebagai lifestyle bagi customer yang menggunakannya, bagi customer belanja melalui e-comm akan lebih mengurangi sikuls waktu, dalam hal ini adalah mempersingkat waktu (efektif) karena tidak perlu berputar-putar mengelilingi pusat pertokoan, hal ini sesuai dengan ciri masyarakat modern yang menginginkan segala sesuatu dengan cepat. Yang berarti ecommerce juga dapat dikatakan turut memberikan dukungan terhadap fasilitas pelanggan. Keuntungan yang lain dengan belanja melalui e-commerce adalah dapat memutus mata rantai distributor secara otomatis barang yang dibeli akan lebih murah karena tanpa adanya campur tangan pemerintah untuk mengenakan pajak jual-beli.
Pada sisi produsen keberadaan e-commerce yang menguntungkan terletak pada sisi marketing dan order barang. Marketing dan order barang dapat dilakukan secara continue dalam waktu 24 jam penuh tanpa adanya perlu mendirikan kantor perwakilan dan tidak tersekat oleh batas geografis dan hukum negara. Begitupun customer service sebagai pola komunikasi terhadap customer akan dapat termanage dengan lebih efektif dan efisien, yang dalam project ini adalah pelayanan terhadap komplain customer diharapkan akan mampu merespon segala keluhan yang berhubungan dengan produk. Akomodasi dari banyaknya keluhan yang masuk dari customer akan sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk menentukan strategi perusahaan kedepan selain daripada sekedar melayani pelanggan untuk menangani kerusakan produk.
Hasil dari e-commerce berupa jangkauan operasional yang meluas maupun pelayanan biaya elektronik yang murah, karena melalui e-commerce maka informasi diantara kegiatan bisnis dan teknologi dapat cepat berkembang. Melakukan transaksi menggunakan cara elektroonik memberikan beberapa manfaat diantaranta adalah sebagi berikut: Biaya informasi lebih murah, akses 24 jam, kesempatan perluasan terbuka, menurunkan biaya penciptaan, proses, distribusi, penyimpanan, mengurangi biaya komunikasi, memperkaya komunikasi daripada secara tradisional, pengiriman secara digital, meningkatkan fleksibilitas lokasi.
Dampak yang paling besar dengan adanya internet maka akan memperpendek daur hidup suatu product sehingga memaksa persaingan berdasarkan waktu (seperti yang telah dibahas pada topic desain produk). Manajer operasi harus melakukan akselerasi dengan cara mengelola data produk melalui internet. Komunikasi dan kolaborasi baru dengan cara menggunakan alat engineering yang labih canggih dan konfigurasi manajemen untuk memperluas rantai pasokan. Akurasi data supplier, subkontrak dan partner yang stratejik menjadi lebih penting di era globalisasi. Kompleksitas dalam mengelola pengembangan produk dan meningkatkan definisi produk sebagai tanggung jawab disain bergeser dari sentralisasi kearah pengembangan tim. E-commerce dengan cepat mentransfer spesifikasi, gambar 3 dimensi kolaborasi yang cepat, serta memeprmudah tugas. Banyak perusahaan telah memanfaatkan internet untuk mengembangkan disain produknya, contohnya adalagh General Motor yang telah menerapkan system on-line dengan supliernya secara realtime.
Sehingga, jika kita lebih mendalami definisi diatas, dapatlah dikatakan bahwa e-commerce dalam prespektif komunikasi merupakan aktifitas pengiriman atau penjualan produk, service dan informasi atau pembayaran melalui jaringan computer atau internet, sedangkan dalam prespektif proses bisnis adalah suatu sistem yang menggunakan teknologi informasi dalam mewujudkan otomisasi transaksi bisnis dan work flow, dalam perspektif service dikatakan bahwa e-commerce merupakan suatu cara bagi perusahaan, konsumen dan manajemen untuk memangkas biaya yang ada, selama hal itu tetap meningkatkan kualitas dari produk/service dan kecepatan dalam distribusinya sedangkan yang terakhir dalam prespektif online, e-commerce menyediakan kesempatan untuk membeli dan menjual produk/service dan informasi dengan menggunakan internet dan sarana pelayanan online lainnya.
Dengan melihat tujuan-tujuan di atas, dapat disimpulkan bahwa e-commerce merupakan sebuah sistem yang dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam berbisnis dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas dari produk/service dan informasi serta mengurangi biaya-biaya yang tidak diperlukan sehingga harga dari produk/service dan informasi tersebut dapat ditekan sedemikian rupa tanpa mengurangi dari kualitas yang ada.
Dampak dari inovasi teknologi dengan menaplikasikan E-Commerce adalah terciptanya otomatisasi di berbagai kegiatan organisasi. Otomatisasi memberikan perbaikan kualitas jangka panjang dan kesinambungan produk dengan mempertimbangkan adanya pembaharuan terhadap teknik-teknik penyelesaian pekerjaan. Lewis (1984) mengemukakan bahwa perusahaan-perusahaan yang melakukan otomatisasi harus selalu melatih kembali karyawannya karena otomatisasi merupakan proses yang berkesinambungan. Penguasaan teknologi bagi karyawan sangat diperlukan untuk tercapainya keberhasilan otomatisasi (E-Commerce) di organisasi.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern ini akan mengimplikasikan berbagai perubahan dalam kinerja manusia. Seiring dengan perkembangan dan peningkatan kebutuhan untuk tercapainya kinerja organisasi yang optimal, perusahaan berlomba-lomba untuk menciptakan strategi inovasi yang handal. Komputerisasi merupakan salah satu strategi bagi perusahaan yang dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja organisasi melalui penghematan waktu, tenaga dan biaya dalam jangka panjang. Seseorang akan berusaha untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuannya di segala bidang agar tetap survive di organisasi. Hal ini akan mendorong organisasi untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas, yang dapat menyelesaikan pekerjaan dengan benar dan tepat.
Penguasaan teknologi yang dimiliki karyawan akan berpengaruh terhadap pemberdayaan sumber daya manusia. Perusahaan supaya dapat mempertahankan iklim bisnis yang efektif perlu melakukan empowerment (pemberdayaan) sumber daya manusia (Khan & Worldwide, 1997; Caudron, 1995; Luthans, 1995) melalui desain partisipasi karyawan (Schweltz et.al., 1997).
Otomatisasi mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap karyawan. Peralatan yang digunakan oleh karyawan di dalam pekerjaan mereka akan memungkinkan mereka dapat melaksanakan tugas-tugas mereka dengan cepat, lebih mudah dan lebih efisien (Quible, Hammer, 1984).
Siklus waktu e-commerce yang berbasiskan internet yang digunakan untuk mengirimkan informasi produk kepada konsumen akan berkurang. Selain itu pertukaran informasi dalam supply chain suatu perusahaan akan berkurang sehingga akan lebih efisien dalam hal biaya dan waktu. Peran lain dari e-commers adalah meningkatkan kinerja karyawan.
Hubungan dengan kinerja karyawan yaitu e- commerce menuntut komitmen, kreativitas, karyawan dalam beradaptasi dengan setiap perubahan lingkungan.Bercirikan pemberdayaan dan desentralisasi wewenang, beranggotakan knowledge based workers; mampu beradaptasi secara cepat dengan teknologi baru dan perubahan lingkungan (learning organisation); mampu dan berani bereksperimen dengan produk, jasa, maupun proses baru; dan mampu mengelola perubahan secara strategik.
Dalam melakukan pembelian, konsumen memerlukan sebuah fasilitas, misalnya menyangkut informasi mengenai karakteristik produk yang dibutuhkan dan berbagai alternatif merk. Untuk itu dibutuhkan aktivitas layanan pelanggan yang di rancang secara khusus guna memuaskan konsumen. Dalam konteks e-commers, bentuk layanan pelanggan yang bisa diberikan adalah : menjawab setiap pertanyaan pelanggan dan calon pelanggan melalui e-mail dan forum dan menyediakan fasilitas pencarian dan perbandingan, misalnya dalam bentuk search engines, Menyediakan informasi teknis yang bersifat interaktif dan user-friendly kepada para pelanggan, Memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk melacak status pesanan.
4. Memberikan dukungan terhadap fasilitas pelanggan (Customer service) dengan :
a. Requirement: mengetahui kebutuhan customer, bisa didapat dari catalog / CD
b. Acquisition: membantu customer memilih produk, termasuk order online, nego, dan delivery
c. Ownership: support kepemilikan produk dari customer, dgn forum, FAQ, renewal, mailing list
d. Retirement: support ttg layanan purna jual,online resale, lelang barang & classified add

3. Marketplaces ialah tempat di mana transaksi perdagangan dengan sejumlah uang atau pertukaran antara penjual dan pembeli atas barang dan jasa terjadi. Proses transaksi perdagangan terjadi secara langsung (face to face) dan komunikasi juga dilakukan secara langsung (2 arah).
Kelebihan
1. Pembeli dan penjual bertemu langsung dan bertransaksi secara langsung dan mempermudah dalam melakukan negosiasi, serta dapat terjalin hubungan baik antara penjual dan pembeli.
2. Tidak perlu menggunakan alat bantu dalam berhubungan seperti jaringan atau koneksi internet dalam melakukan transaksi.
3. Pembeli menerima barang dan penjual menerima uang pembayaran saat itu juga, ketika transaksi sedang berlangsung sehingga tercapai kepuasan pelanggan.
4. Mengurangi risiko terjadinya tindak kejahatan baik yang dilakukan pembeli ataupun penjual.
5. Karena marketplaces dapat dilihat secara nyata maka pelanggan dapat melakukan citra terhadap perusahaan secara langsung.
Kelemahan
1. Memakan cukup banyak waktu, biaya dan tempat. Dengan kata lain tidak efisien.
2. Tidak fleksibel, karena pembeli dan penjual wajib bertemu di tempat yang disebut sebagai pasar.
3. Sulit promosi & akses pasar
4. Paperwork
5. Biaya tinggi & birokrasi
6. Prosedur manual
7. Pasar kurang kompetitif
8. Butuh pegawai banyak

Marketspaces adalah tempat melakukan transaksi menggunakan cara elektroonik di mana terjadi perubahan dalam beberapa proses dalam perdagangan dan rantai persediaan baik transaksi, pertukaran informasi, maupun pembayarannya.
Kelebihan
1. Efisien dan fleksibel karena pembeli dan penjual tidak saling bertemu secara langsung. Atau dengan kata lain penjual dan pembeli dapat bertemu di mana saja, kapan saja.
2. Berazaskan kepercayaan yang tinggi.
3. Produk yang dibeli merupakan barang atau jasa dengan standar kualitas yang terbaik.
4. Kaya akan informasi
5. Mengurangi biaya perolehan atas suatu informasi yang berharga.
Kelemahan
1. Risiko terjadinya tindak kejahatan yang dilakukan bai k pembeli maupun penjual sangat tinggi.
2. Ketika transaksi sudah berlangsung, pembeli tidak langsung menerima barang yang dibeli, sedangkan penjual juga tidak menerima uang secara langsung.
3. Ancaman dari pihak-pihak luar sangat tinggi.
4. Perlu adanya tambahan biaya untuk alat-alat khusus sperti koneksi internet, modem, dan sebagianya.
5. Perlu adanya pihak ketiga.

4. Contoh produk : Sony CyberShot DSC-T700/H Digital Camera di :
1. http://shopping.com
Harga berkisar antara $ 281-$350 di 9 toko
2. http://bottomdollar.com
Harga berkisar antara $ 289 – $ 293.88 di 2 toko
3. http://mysimon.com
Harga berkisar antara $ 292 – $335 di 3 toko
4. http://bizrate.com
Harga berkisar antara $ 292 – $419 di 5 toko
5. http://pricescan.com
Harga berkisar antara $288,95 – $ 329,77 di 7 toko
Menurut saya yang memberikan harga terbaik ada di http://shopping.com dengan harga $280,99 (dbulatkan $ 281.00), free shipping di sonystyles.com, dan yang memberikan informasi terbaik juga http://shopping.comkarena memberikan informasi lebih dengan rentang harga yang paling murah sampai yang termahal di 9 webstores yang menyediakan kamera tipe ini.

5. Faktor trust merupakan salah satu faktor untuk dapat memperolek konsemen yang loyalitas terhadap produk tersebut. Namun faktor trust merupakan salah satu faktor kritis dalam e-commerce, terutama menyangkut competence trust dan goodwill trust. Transaksi melalui internet tidak bisa jalan tanpa adanya faktor kepercayaan. Apalagi pihak-pihak yang terlibat belum tentu bisa bertatap muka secara langsung. Faktor kepercayaan ini sangat sukar dibangun, namun sangat mudah sekali dirusak.Banyak calon pelanggan yang ragu untuk melakukan transaksi via pay pal, kartu kredit maupun transfer. Karena produk di jual melalui internet / online maka trust dari konsumen adalah hal yang sangat penting untuk produsen dalam melakukan bisnis lewat internet/online. Dengan adanya kepercayaan maka bisnis tersebut akan berjalan. Setelah adanya kepercayaan dari konsumen maka produsen yang melakukan bisnis online harus mengetahui apakah konsumen puas dengan produk, layanan, serta kualitas yang telah dilakukan perusahaan tersebut. Apabila konsumen puas maka konsumen tersebut akan loyal terhadap produk tersebut karena sudah merasa puas dengan apa yang dilakukan perusahaan tersebut. Kepuasan konsumen dapat diukur apabila keadaan ideal sama dengan apa yang diaharapkan. Jadi hal yang terpenting dalam e-commerce adalah kepercayaan yang ada di dalam diri konsumen. Faktor kepercayaan ini sangat sukar dibangun, namun sangat mudah sekali dirusak. Banyak calon pelanggan yang ragu untuk melakukan transaksi via pay pal, kartu kredit maupun transfer. Oleh karena itu dibutuhkan tiga faktor utama dalam rangka membangun dan mempertahankan trust, yaitu :
1. kepuasan pelanggan.
2. reputasi dan itikad baik pemasok.
3. pengakuan dari pihak ketiga.

Selain itu, vendor EC harus memastikan tingkat kepercayaan yang tinggi dengan pelanggan saat ini maupun pelanggan potensial e-commerce. Tingkat kepercayaan dapat ditentukan oleh:
1. Tingkat pengalaman keberhasilan awal dengan EC
2. Penetapan peran dan prosedur yang jelas kepada seluruh pelaku yang terlibat dalam EC
3. Ekspektasi yang realistis terhadap hasil EC
Kepuasan pelanggan adalah penting bagi bisnis e-commerce. Karena semakin banyak konsumen yang puas dengan pelayanan dan kualitas produk, maka citra baik pun akan menjadi nilai lebih dimata konsumen dan akan meningkatkan loyalitas konsumen. Loyalitas konsumen dapat berupa pembelian kembali dan rekomendasi yang ditulis dalam forum antar konsumen.

6. Dalam segmentasi bila diterapkan melalui e-commerce meliputi beberapa hal baik segmentasi produk,segmentasi pasar, segmentasi pelanggan dan lainnya. Proses segmentasi yang disain oleh vendor online pada pinsipnya sama dengan vendor offline yang telah ada. Tetapi dalam e-commerce ini dituntut untuk melakukan inovasi layanan mengenai kemudahan online yang ditawarkan oleh vendor online tersebut. Segmentasi pada e-commerce akan memudahkan para vendor online untuk bisa melakukan bidikan secara tepat dalam aktivitas B2B dan B2C yang telah mereka terapkan. Sehingga vendor tersebut bisa mempertahankan bisnis mereka secara terus menerus. Segmentasi dapat dibuat dengan bantuan alat seperti data modeling dan data warehousing. Setelah segmentasi ditetapkan maka perlu dibuat penelitian pasar. Penelitian pasar E-Commerce dapat dilakukan dengan beberapa metode, yaitu dengan metode konvensional dan dengan bantuan internet. Penelitian pasar dengan menggunakan internet biasanya lebih cepat, lebih efisien, dan memungkinkan para peneliti untuk mengakses konsumen yang lebih beragam secara geografis dibandingkan dengan yang ditemukan melalui survei offline. Selain itu, dengan web, peneliti pasar dapat melakukan pembelajaran yang sangat besar dengan biaya yang jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan metode yang lain, karena dengan ukuran sampel yang lebih besar maka akan menghasilkan akurasi dan kemampuan prediksi yang lebih tinggi. Dengan melihat profil personal yang mencakup pengamatan perilaku dalam web, maka pelaku pasar akan dapat menjelaskan dan memprediksi perilaku pembelian online. Dalam penelitian pasar E-Commerce dapat diamati isi, desain, keamanan, dan faktor privasi dari penjualan secara online. Melalui survei, para peneliti mengetahui bahwa faktor paling signifikan yang mempengaruhi penjualan secara online adalah frekunsi update konten, informasi dari sebuah perusahaan, ketentuan untuk kepemilikan akun dan pasword individu, keamanan yang ketat, dan tersedianya privasi yang cukup.

7.Cari contoh 3 situs yang menerapkan B2B menggunakan E-Commerce. Berikan gambaran tentang situs-situs tersebut!

Bisnis melakukan transaksi penjualan online dengan bisnis lain. Business-to-business (B2B) biasanya diterapkan pada transaksi bisnis, organisasi nirlaba atau pemerintah.
Business to business dalam e-commerce umumnya menggunakan mekanisme EDI (electronic data interchange). Tetapi karena begitu banyaknya standarisasi yang ada, dalam pelaksanaannya menyulitkan antara pebisnis untuk saling berinteraksi sehingga berkembanglah dewasa ini yang dinamakan Extensible Markup Language (XML) yang dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C) dalam XML ini tersimpan struktur dan jenis elemen data di dalam dokumennya yang berbentuk tags seperti HTML sehingga sangat efektif digunakan dalam system yang berbeda. Sehingga yang sebelumnya EDI menggunakan jaringan yang sering disebut VAN (value added network) dengan populernya jaringan internet mulai dikenal sebuah system yang disebut EDI over internet dan system lainnya yang sedang berkembang seperti electronic/internet procurement dan ERP (enterprise resource planning).
Dari berbagai jenis model bisnis B2B yang ada, terlihat bahwa tiga jenis akan mendominasi pasar, yaitu model: Enterprise Portals, Extranet, dan Virtual Markets (Rymer, 1999).
Enterprise Portals Model bisnis ini merupakan jenis aplikasi yang paling menjadi primadona saat ini. Pertama kali diperkenalkan oleh Gartner Group pada tahun 1998, model ini merupakan pengembangan dari jenis consumer portal yang telah diperkenalkan terlebih dahulu oleh situs-situs semacam Yahoo, AOL, dan Microsoft. Bedanya adalah jika consumer portals ditujukan untuk semua users yang terhubung ke internet, pada enterprise portal, akses hanya dibatasi pada orang-orang tertentu yang berada pada satu atau lebih domain. Misalnya adalah enterprise portal milik Merrill Lynch yang hanya ditujukan bagi konsumen, pegawai, mitra bisnis, dan pemilik perusahaan tersebut saja.
Extranet Sistem extranet sebenarnya bukan merupakan sebuah konsep baru, karena telah cukup lama dikenal dalam dunia sistem informasi korporat setelah konsep lainnya, yaitu internet dan intranet diperkenalkan. Pada paradigma lama, extranet pada dasarnya merupakan sistem tambahan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan sebagai konsekuensi dari terintegrasinya sistem internal dengan sistem eksternal perusahaan, yaitu sistem informasi perusahaan lain yang merupakan mitra kerja, seperti pemasok (suppliers), vendor, dan lain sebagainya. Dalam paradigma baru, extranet memiliki peranan yang lebih dari sekedar sistem luar perusahaan yang terkoneksi dengan sistem perusahaan, namun lebih ditekankan pada terintegrasinya proses penciptaan produk atau jasa dalam suatu rangkaian rantai proses (value chain). Lebih jauh lagi, sistem extranet masa kini dibangun untuk mengimplementasikan apa yang diistilahkan sebagai supply chain management, yaitu bagaimana menyatukan proses-proses dari hulu (supplier) ke hilir (customers); dengan kata lain, bagaimana melibatkan dan memasukkan konsumen ke dalam proses internal perusahaan. Tujuannya jelas, yaitu untuk mencapai tingkat efisiensi, efektivitas, dan kontrol internal yang tinggi. Isu-isu utama yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
1.Masalah yang sangat jelas terlihat adalah bagaimana mengintegrasikan sistem yang dimiliki perusahaan dengan beragam sistem yang dimiliki oleh perusahaan lain
2.Pada mulanya, untuk mengintegrasikan beberapa sistem tersebut biasanya dibutuhkan investasi yang cukup besar, yang harus dikeluarkan oleh perusahaan sebelum yang bersangkutan dapat menuai manfaat yang signifikan untuk jangka menengah dan jangka panjang.
3.Faktor keamanan merupakan hal ketiga yang menjadi bahan pertimbangan di sini, karena terjadinya arus pertukaran data antar beberapa entiti bisnis melalui medium internet yang merupakan public domain. Walaupun murah secara biaya, namun faktor keamanan di internet masih sangat kurang, terutama dibandingkan dengan sistem proprietary yang hanya eksklusif menghubungkan beberapa perusahaan tertentu.
Virtual Markets Yang dimaksud dengan pasar virtual di sini pada dasarnya adalah implementasi sistem perdagangan elektronik (electronic trading systems). Karena sifatnya yang B2B, maka pihak-pihak yang saling melakukan perdagangan adalah korporat atau perusahaan, bukan individu. Contohnya adalah NASDAQ Stock Exchange yang merupakan sebuah pasar besar di dunia maya. Alasan dipergunakannya teknologi internet adalah selain untuk meningkatkan efisiensi, dengan adanya keleluasaan tersebut, maka diharapkan frekuensi dan volume perdagangan akan meningkat secara signifikan, sehingga meningkatkan value dari pasar tersebut. Isu-isu yang berkaitan dengan sistem B2B ini adalah sebagai berikut:
1.Dalam format free market, target utama dari sebuah sistem adalah untuk menciptakan efisiensi perdagangan, sehingga jika dengan adanya sistem B2B hal ini tidak tercapai, maka sistem yang ditawarkan akan “mati” dengan sendirinya karena tidak efektif.
2.Scalability merupakan kata kunci kualitas arsitektur teknologi informasi yang harus dibangun dan dikembangkan. Karena keberhasilan implementasi business model akan terlihat dari meningkatnya frekuensi dan volume perdagangan dari waktu ke waktu secara cepat, dan cenderung dengan percepatan eksponensial.
3.Sistem keamanan juga tidak kalah pentingnya dalam format perdagangan ini, karena terlepas dari jenis barang yang diperdagangkan (saham, produk, obligasi, komoditas, dsb.), pada internet yang mengalir adalah data digital. Jika ada orang yang dapat mengintervensi medium tersebut dan mengacaukan data yang ada, maka dampak negatifnya akan jelas terlihat dan akan menimbulkan kerugian yang sangat besar.
Bussines to bussines disingkat B2B, merupakan jenis electronic commerce yang berisi transaksi antar dua perusahaan (entiti bisnis).B2B memiliki nilai transaksi yang lebih besar dari B2C ataupun C2C. Ini dikarenakan transaksi antar perusahaan biasanya dilakukan berulang-ulang dan dalam ukuran yang besar.
Contoh Situs:

http://www.alibaba.com

Tampilan : Layout yang kurang menarik, terkesan biasa
Kecepatan upload halaman : Cukup cepat, 3-5 detik dengan koneksi 32kb/ps
Kelengkapan fitur catalog : Sangat lengkap,
Cara pembayaran : Pay PAL dan kartu kredit
Kejelasan informasi : Cukup dengan spesifikasi dari situs official produk
Kelengkapan produk : Hanya fokus pada produk-produk baru
Fasilitas forum : Ada pada link community
Fasilitas compare : Ada dengan perbandingan harga
Fasilitas lain : fasilitas member
Fasilitas search engine
Secara keseluruhan sius ini tergolong baik. Dengan loading page yang cepat serta fitur –fitur yang wajib ada dalm sebuah situs e-commerce seperti katalog, informasi produk, cara pembayaran dan forum.namun ada beberapa yang saya rasa kurang pas, yaitu mengenai tampilan yang terkesan biasa ( mungkin karena kompatibilitas web browswer yang saya gunakan) tapi mungkin hal ini tidak begitu dipermasalahkan oleh pengunjung lainya.

http://www.ecplaza.net

Tampilan : Layout yang cukup menarik dan interaktif
Kecepatan upload halaman : Cukup cepat, 4-7 detik dengan koneksi 32kb/ps
Kelengkapan fitur catalog : Sangat lengkap,
Cara pembayaran : Pay PAL dan kartu kredit
Kejelasan informasi : Cukup dengan spesifikasi dari situs official produk
Kelengkapan produk : Cukup lengkap da disertai gambar
Fasilitas forum : live messenger
Fasilitas compare : Ada dengan perbandingan harga
Fasilitas lain : Fasilitas member, Fasilitas Yes Trust dan Yes Best, Special discount sale, Fasilitas search engine
Secara keseluruhan situs ini sangat baik dan menarik. Yang saya pandang menarik disini adalah ” Special discount sale”. Selain terbilang jarang ditemui situs e-commerce hal ini ini merupakan sebuah strategi untuk memperlancar arus penjualan. Selain itu strategi ini digunakan untuk memperlancar arus supply chain B2B, sehingga akan mendongkrak penjualan B2C situs ini.Kekurangan situs ini terdapat pada ketidakdaan fasilitas forum, situs ini hanya menyediakan layanan live messenger.
http//www.ecrobot.com
Tampilan : Layout yang cukup menarik dan interaktif
Kecepatan upload halaman : Cukup cepat, 5-7 detik dengan koneksi 32kb/ps
Kelengkapan fitur catalog : Sangat lengkap dan unik
Cara pembayaran : Pay PAL dan kartu kredit
Kejelasan informasi : sangat jelas diserai review dari user lain
Kelengkapan produk : Cukup lengkap dan disertai gambar
Fasilitas forum : Ada pada link member area
Fasilitas compare : Ada dengan perbandingan harga
Fasilitas lain : fasilitas member, Fasilitas Yes Trust dan Yes Best, Special discount sale, Fasilitas search engine
Yang menarik dari situs ini adalah: situs ini menyertakan jumlah produk yang dikategorikan secara sederhana dan uniknya mereka juga menampilakan jumlah perusahaan yang terdapat/ terdaftar di situs ini, dan telah diklasifikasikan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Hal ini memudahkan konsumen untuk mencari informasi dengan cepat dan tepat mengenai apa yang mereka perlukan.
SUMBER:
1.www.yahoo.com
2.shopping.com
3.mysimon.com
4.bottomdollar.com
5.bizrate.com
6.pricescan.com
7.www.alibaba.com
8.www.ecplaza.net
9.www.ecrobot.com

Categories: Tugas2 Ecommerce Tags:

Resume ecommerce

January 17th, 2012 Comments off

BAB I

Definisi

Electronic Commerce (E-Commerce) didefinisikan sebagai proses pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer.

1)      dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman informasi, produk/jasa, atau pembayaran melalui jaringan telepon, atau jalur komunikasi lainnya;

2)       dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi bisnis dan work flow;

3)      dari perspektif pelayanan, E-Commerce adalah alat yang digunakan untuk mengurangi biaya dalam pemesanan dan pengiriman barang; dan

4)       dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk menjual dan membeli produk serta informasi melalui internet dan jaringan jasa online lainnya.

Karakteristik E-Commerce

a)      Transaksi tanpa batas

Dewasa ini dengan internet pengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara internasional cukup dengan membuat situs web atau dengan memasang iklan di situs-situs internet tanpa batasan waktu.

b)     Transaksi anonim

Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenai pembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan.

c)      Produk digital dan non digital

Produk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik. Dalam perkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barang kebutuhan hidup lainnya.

d)     Produk barang tak berwujud

Banyak perusahaan yang bergerak di bidang e-commercen dengan menawarkan barang tak berwujud separti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.

 

 

Klasifikasi E-Commerce

  • Business-to-Business (B2B)

Meliputi transaksi IOS (Inter Organizational System) dan transaksi pasar elektronik (electronic market transactions) antar organisasi. Tipe-tipe IOS antara lain berupa EDI, extranets, electronic funds transfer, electronic forms, integrated messaging, shared databases, dan supply chain management.

  • Business-to-Consumer (B2C)

Transaksi ritel langsung dengan pembeli individual.

  • Consumer-to-Consumer (C2C)

Konsumen menjual produk secara langsung kepada konsumen lainnya. Biasanya individu mengiklankan produk, jasa, pengetahuan, maupun keahliannya disalah satu situs lelang atau classified ads.

  • Consumer-to-Business (C2B)

Meliputi individu yang menjual produk atau jasa kepada organisasi, serta individu yang mencari penjual,bertransaksi dengan penjual tersebut, dan melakukan transaksi.

  • Non-Business Electronic Commerce

Terdiri dari institusi non bisnis seperti lembaga pendidikan, organisasi nirlaba, organisasi keagamaan, organisasi sosial, dan instansi pemerintah

  • Intrabusiness (organizational) electronic commerce

Meliputi semua aktivitas internal organisasi yang biasanya dilakukan melalui intranet meliputi pertukaran barang, jasa atau informasi.

Mekanisme E-Commerce.

Transaksi elektronik antara e-merchant (pihak yang menawarkan barang atau jasa melalui internet) dengan e-customer (pihak yang membeli barang atau jasa melalui internet) yang terjadi di dunia maya atau di internet pada umumnya berlangsung secara paperless transaction, sedangkan dokumen yang digunakan dalam transaksi tersebut bukanlah paper document, melainkan dokumen elektronik (digital document).

Mantaat Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis

a)      Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).

Transaksi on-line yang membuat semua orang di seluruh dunia dapat memesan dan membeli produk yang dijual hanya dengan melalui media computer dan tidak terbatas jarak dan waktu.

b)     Menurunkan biaya operasional (operating cost).

Transaksi E-Commerce adalah transaksi yang sebagian besar operasionalnya diprogram di dalam komputer sehingga biaya-biaya seperti showroom, beban gaji yang berlebihan, dan lain-lain tidak perlu terjadi

c)      Melebarkan jangkauan (global reach).

Transaksi on-line yang dapat diakses oleh semua orang di dunia tidak terbatas tempat dan waktu karena semua orang dapat mengaksesnya hanya dengan menggunakan media perantara komputer.

d)     Meningkatkan customer loyalty.

Ini disebabkan karena sistem transaksi E-Commerce menyediakan informasi secara lengkap dan informasi tersebut dapat diakses setiap waktu selain itu dalam hal pembelian juga dapat dilakukan setiap waktu bahkan konsumen dapat memilih sendiri produk yang dia inginkan.

Ancaman Menggunakan E-Commerce (Threats)

a)      System Penetration

Orang-orang yang tidak berhak melakukan akses ke system computer dapat dan diperbolehkan melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya.

b)     Authorization Violation

Pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang legal yang dimiliki seseorang yang berhak mengakses sebuah sistim.

c)      Planting

Memasukan sesuatu ke dalam sebuah system yang dianggap legal tetapi belum tentu legal di masa yang akan datang.

d)     Communications Monitoring

Seseorang dapat mernantau semua infonnasi rahasia dengan melakukan monitoring komunikasi sederhana di sebuah tempat pada jaringan komunikasi.

 

    BAB II

Definisi

E-Marketplace merupakan media online berbasis internet (web based) tempat melakukan kegiatan bisnis dan transaksi antara pembeli dan penjual. Pembeli dapat mencari supplier sebanyak mungkin dengan kriteria yang diinginkan, sehingga memperoleh sesuai harga pasar. Sedangkan bagi supplier/penjual dapat mengetahui perusahaan-perusahaan yang membutuhkan produk/jasa mereka.

Komponen Marketspace

  • Konsumen
  • Penjual
  • Produk dan layanan
  • Front-End
  • Mitra Bisnis ( Intermediaries )
  • Dukungan Pelayanan (Support Services)
  • Infrastruktur
  • Back End

TIPE MARKETPLACE

  • ELECTRONIC STOREFRONT

Electronik storefront adalah suatu perusahaan website dimana mereka menjual produk dan jasa. Ini adalah toko elektronik. Storefront ini dimiliki oleh manufaktur atau retail atau penjualan individu dari rumah atau tipe bisnis lainnya.

  • ELECTRONIC MALL

Sebagai tambahan untuk berbelanja pada storefront pribasi, consumer bisa juga berbelanja pada electronic mall (e-mall). Sama seperti mal pada dunia fisik, e-mall adalah tempat berbelanja omline yang bertempat dibanyak toko bertempat.

TIPE TOKO DAN MALL

  1. Toko / mall umum
  2. Toko / mall spesial
  3. Regional vs toko global

 

 

Evolusi E-Marketplace

  1. 1.      Commodity Exchanges

Pada bentuk awal ini, e-Marketplace merupakan arena tempat bertemunya berbagai pihak atau entiti yang memilki tujuan utama untuk berdagang (transaksi jual-beli). Produk atau jasa yang paling cocok untuk diperdagangkan dalam e-Marketplace ini adalah yang bersifat komoditas. Alasannya adalah karena selain sesuai dengan karakteristik transaksi dagang yang cepat dan berjangka pendek, barang-barang komoditas ini mudah sekali menentukan harganya sehingga tidak sulit jika dipertukarkan secara internasional

  1. 2.      Value Added Services

Perkembangan berikutnya dari e-Marketplace akan menuju kepada terbentuknya sebuah arena dimana terciptanya sebuah bentuk penawaran-penawaran baru terhadap sebuah metode jual-beli yang belum/ sulit terjadi pada pasar konvensional (value added services). Filosofi utama yang mendasari jenis perdagangan ini adalah suatu pandangan yang mengatakan bahwa setiap konsumen (atau calon pembeli) adalah unik, sehingga mereka sebenarnya mengharapkan untuk memperoleh atau dapat membeli produk atau jasa yang khusus sesuai dengan kebutuhan atau kesukaan masing-masing individu.

  1. 3.      Knowledge Networks

Perkembangan berikutnya dari e-Marketplace adalah menuju ke sebuah komunitas yang berbasis pengetahuan (knowledge). Perusahaan adalah merupakan kumpulan dari sumber daya manusia dengan kompetensi dan keahlian yang beragam. Interaksi antara perusahaan dengan mitra bisnis, stakeholder (yang berkepentingan), dan konsumen tidak hanya merupakan sebuah komunikasi pasif belaka, namun di dalamnya terkandung aspek-aspek pengetahuan yang secara sadar atau tidak saling dipertukarkan.

  1. 4.      Value Trust Networks

Akhirnya e-Marketplace akan berkembang ke sebuah jejaring yang merupakan pusat bertemunya berbagai individu, komunitas, institusi, perusahaan, bisnis, pemerintah, negara, dan entiti-entiti lain yang kehadirannya merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Berbagai interaksi yang tidak efisien dan efektif lagi dilakukan di pasar konvensional akan segera beralih ke e-Marketplace.

 

Bartering and Online Negotiation

Bartering adalah pertuaran barang dan jasa. Sedangkan E-bartering adalah bartering yang dilakukan secara online. Bartering exchange adalah marketplace dimana perantara mengadakan transaksi barter. Negosiasi merupakan bentuk interaksi tawar menawar antara penjual dan pembeli. Negosiasi harga digunakan untuk produk khusus atau yang berharga tinggi. Harga negosiasi biasanya terjadi ketika pembelian produk jumlah besar.

Elekronik katalog

Electronic katalog adalah penyajian informasi produk dalam bentuk elektronik, yang merupakan tulang punggung dari kebanyakan situs E-commerce. Ada dua pendekatan yang bisa digunakan untuk mengkostumisasi katalog, yaitu : membiarkan pelanggan mengidentifikasi bagian menari dari katalog dan membiarkan sistem secara otomatis mengidentifikasi karakter-karakter pelanggan berdasarkan pada catatan transaksi.

Auction

Auction adalah mekanisme pasar dimana penjual menawarkan produk dan pembeli melakukan penawaran secara berurutan secara kompetitif hingga harga terakhir dicapai. Lelang bisa dilakukan secara online maupun offline.

E-Auction adalah lelang yang dilakukan secara online. E-auction menerapan konsep dynamic pricing, yaitu harga yang berubah berdasarkan pada hubungan penawaran dan permintaan pada waktu tertentu.

 

BAB III

 

Penjualan grosir melalui Internet terjadi untuk memperoleh perdagangan yang lebih efisien terutama dalam reduksi biaya transportasi. Konsep dasar grosir melalui internet ada dua yakni ; a) B2C EC yaitu penjualan perusahaan kepada individu pembeli, dan b) B2B EC yaitu penjualan kepada perusaan lain.

Karakteristik produk yang lebih baik dijual secara grosir :

  • Memiliki merek yang berkualitas
  • Digaransi atau dimiiki oleh perusahaan yang ternama
  • Berformat digitasi
  • Barang yang relatif murah
  • Barang yang cenderung dibeli secara berkala
  • Komoditas dengan standar tertentu
  • Barang dengan kemasan yang terpercaya namun tidak dapat dibuka meskipun dalam pasar tradisional.

Berbagai jenis sistem pemasaran e-tailing:

  1. Pengusaha tradisional yang menggunakan jasa penjualan mail-order di internet
  2. Pemasaran secara langsung oleh perusahaan besar melalui internet
  3. Produsen e-tailer yang murni beroperasi melalui internet tanpa memiliki bangunan perusahaan resmi.
  4. 4.      Penjualan click-and-mortar
  5. Penjualan melalui mall elektronik

Jasa travel melalui internet adalah contoh implementasi pemasaran e-commerce yang paling berhasil. Penerimaan dari jasa travel online sudah termasuk komisi, penerimaan dari ikla, gaji konsultan, pendapatan kemitraan, penerimaan bagi hasil, dan lainnya. Keuntungan dari penjualan jasa travel antara lain kmudahan untuk memperoleh informasi yang lengkap kapanpun dan dimanapun, serta kesempatan untuk memperoleh harga yang paling murah jika memliki sedikit kesabarn. Namun keterbatasan juga dihadapi, karena tidak semua orang menggunakan internet dan juga keterbatasan waktu dan kesulitan menggunakan agen virtual jumlahnya cukup signifikan.

Selain itu, informasi lowongan pekerjaan juga dapat dilakukan melalui internet. Pihak yang terkait dalam pasar lowongan kerja di internet antara lain pencari kerja, pengusaha yang membutuhkan pekerja, agen tenaga kerja, serta pemerintahan dan institusi. Namun kendala yang dihadapi adalah tidak semua orang menggunakan internet, apalagi untuk pekerjaan yang tidak menuntut penguasaan teknologi.

Fasilitas lain yang mulai diminati adalah electronic banking atau melakukan jasa perbankan secara online. Tahun 2004, sebesar 16 persen bank kecil beralih online, meningkat dibanding tahun 2001 yang hanya 3,3 persen. Beberapa isu transaksi finansial secara online antara lain:

  • Keamanan dalam bertransaksi oleh bank rumahan harus tinggi
  • Kemudahan untuk pengguna jasa finansial mengakses informasi intra perusahaan
  • Menggunakan sistem penggambaran
  • Pertimbangan tentang biaya mengkases oleh pengguna jasa internet
  • Memperhatikan resiko keamanan dari luar seperti hacker.

Bisnis hiburan juga dapat berkembang menggunakan internet. Beberapa jenis hiburan yang paling sering muncul di internet antara lain penjelajahan web, permainan internet, permainan olehraga fantasi, permainan tunggal atau berbanyak, hiburan dewasa, permainan kartu, website partisipasif, dan bacaan-bacaan.

Strategi click-and-mortar yang berhasil antara lain :

  1. 1.      Menghargai cara konsumen berinteraksi dengan perusahaan, dan konsisten dengan informasi yang diterima serta pelayanan yang disediakan.
  2. 2.      Ketika terjadi ketidakpuasan pembelian konsumen, maka konsumen diperbolehkan menukarkan langsung ke perusahaan dengan harga yang sama.
  3. 3.      Perusahaan harus menyediakan jaringan informasi dan jasa selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.

 

 BAB 5

Konsep dan karakteristik EC B2B

      Ukuran dan isi pasar

Diperkirakan tumbuh dari $1.1 juta di 2003 sampai  $10 juta  di 2005

Persentase of Internet-based B2B dari 2.1% di 2000 sampai 10% di 2005

Private and public e-marketplace

Private—one-to-many mode

Public—many-to-many mode

Bagaimana B2B bisa berjalan ?

Bisa Secara langsung antara pembeli/buyer dan penjual/seller melalui perantara / intermediary online. Intermediary dapat berupa organisasi, orang, atau sistem elektronik

Biasanya Melalui supply chain dengan atau tidak melalui perantara-perantara/ intermediaries

Tipe transaksi B2B

Spot buying / pembeli spot—berdasarkan pembelian barang dan jasa pada pasar harga/market price yang ditentukan oleh dynamic supply dan permintaan pasar /demand. Penjual dan pembeli biasanya tidak saling kenal. Contoh stock exchange dan commodity exchange (minyak gula,jagung)

Strategic sourcing/sumber strategik—melibatkan kontrak jangka panjang biasanya berdasarkan negosiasi antara penjual dan pembeli.

 

B2B Supply Chain

 

 

Hubungan Supply chain

Saling berhubungan subproses dan aturan-aturan

mendapatkan material

memroses produk dan jasa

Menuju distributor

Dibeli oleh pelanggan

Proses Traditional diatur melalui transaksi kertas

Aplikasi B2B menawarkan keuntungan  competitive untuk supply chain management (SCM)

Entitas B2B

Selling company / Perusahaan penjual—perspektif manajemen marketing

Buying company / perusahaan pembeli— perspektif manajemen pengadaan

Electronic intermediaries / perantara elektronik—optional third party directory service provider (scope of service may be extended to order fulfillment)

Trading platforms—pricing and negotiation protocol (auctions, reverse auctions)

Model B2B

      Other B2B models and services

Tujuan penjualan / selling

Tujuan pembelian / buying

Integrator Value chain

Service provider Value chain

Information brokers

Sell-Side Marketplace

BAB 4

                                         Model Perilaku Konsumen E-Commerce

Karakteristik individu dari konsumen
1.Gender dan Umur
2.Status Perkawinan
3.Tingkatan Pendidikan
4.Etnicity
5.Jabatan
6.Pendapatan Rumah Tangga
7.Kepribadian
8.Karakteristik Gaya Hidup
Variabel Lingkungan dalam Membeli
=Sosial
=Komunitas
=Variabel Lainnya
Faktor konsumen dalam membeli
=Pemrakarsa ( Initiator )
=Pengaruh ( Influencer )
=Kebutuhan

Pelayanan Pelanggan

Segmentasi Pasar
=Segmentasi Geografi ;
merupakan pembagian pasar menjadi unit geografis yang berbeda,misalnya wilayah,negara,negara bagian,propinsi,kota dan kepulauan. Contoh Coca-Cola memasarkan produk
minumannya dengan merek tertentu hanya dijual di Jepang,yaitu Sokembicha,Lactia,Georgia dan Qoo Pelayanan Pelanggan.
=Iklan merupakan bagian dari strategi pemasaran iklan merupakan bagian dari strategi pemasaran secara keseluruhan. Perusahaan harus secara aktif berpartisipasi dalam semua jenis aktivitas internet seperti newsgroups,mailing list dan bulletin boards.
=Iklan harus berhubungan dengan proses ordering
ketika pelanggan tertarik setelah melihat iklan tersebut,item yang diiklankan harus bisa langsung dipesan dan dibayar.
=Strategi Menarik Perhatian Pengunjung ke Suatu Situs.
=Tidak hanya mengandalkan situs web saja
=Dalam menarik pelanggan tidak hanya mengandalkan E-Commerce saja, tetapi juga harus ditambah dengan media tradisional.
=Padukan nama perusahan dengan nama situs web
dengan memadukan nama perusahaan dengan situs web akan memudahkan pengunjung untuk mendatangi situs anda.
Misalnya www.microsoft.com, www.ge.com
=Pastikan alamat situs web anda selalu muncul di lembar cetakan alamat Ecommerce anda harus tercantum di kop surat,amplop brosur, kartu nama,papan nama,stiker dan lainnya.

Pelayanan pengiriman untuk pelanggan pada Internet
Mengacu pada pembelian online di Amazon.com, dimensi kualitas pelayanan dicontohkan sebagai berikut:
1.Tangibles
Tampilannya rapi dan tersusun baik,ada catalog, mudah digunakan dan mudah dipahami.
2.Reliability
Produk dikirim tepat waktu dan sesuai dengan pesanan.
3.Responsiveness
Tersedia panduan yang membantu saat terjadi error dan memberitahukan pelanggan jika pengiriman produk berlangsung sukses atau ada masalah.
4.Assurance
Adanya layanan untuk mendampingi pelanggan dalam memasuki suatu proses dan juga adanya layanan tambahan seperti rekomendasi dari vendor.
5.Empathy
Adanya personalized service, seperti personalized content, sambutan secara personal, dan email pribadi.

Iklan

Alasan beriklan di internet
=Iklan dapat diupdate setiap waktu dengan biaya minimal,karena itu iklan-iklan di internet selalu bisa tampil baru.
=Iklan dapat menjangkau pembeli potensial dalam jumlah yang sangat besar dalam hitungan global.
=Iklan pada ecommerce dapat secara efisien menggunakan konvergensi teks,audio,grafik dan animasi.
=Manfaat internet sendiri sedang berkembang dengan pesatnya.

Jenis-jenis media iklan di internet :
=Banner
Iklan banner merupakan jenis iklan yang paling lazim digunakan di internet.
Ada 2 jenis banner : Keyword banner dan Random Banner
-Keyword banner:
muncul ketika dilakuakn query atas satu kata pembuka dari search engine.
-Random banner:
muncul secar acak
Keuntungan menggunakan banner ialah kemampuannya dalam melakukan kustomisasi iklan ke audien yang menjadi sasarannya.

Ada sejumlah format yang berbeda dalam menempatkan iklan Banner di internet pada situs web pihak lain.Bentuk yang paling lazim ialah Banner Swapping, Banner Exchange.
-Banner Swapping
Dilakukan bila perusahaan A setuju untuk menampilkan sebuah banner perusahaan B dengan imbalan perusahaan juga mau menampilkan iklan perusahaan A.
-Banner Exchange (Tukar Banner)
Biasanya dilakukan dalam perdagangan yang dilakukan oleh tiga partner atau lebih.

=Iklan Skyscraper
Berbentuk seperti banner,jika banner memanjang secara horisontal,maka skyscraper memanjang secara vertikal.
=Interstitial
Merupakan iklan yang dinamis pada internet, Interstitial berbentuk bermacam-macam iklan animasi yang muncul dilayar ketika komputer men-download situs web.
Tipe interstitial ini meliputi pop up windows, splash screen.

Strategi Merancang Iklan berbasis Intenet:
=Menarik Secara Visual
Dalam Media masa,iklan mestinya berwarna-warni untuk menarik perhatian pembaca.Dalam Internet prinsip ini dapat direalisasikan dengan mengadopsi isi web yang bergerak dan interaktif yang mampu membius perhatian
pengunjung serta menarik kunjungan secara berulang-ulang.
Contoh Iklan Ecommerce L’Oreal (www.loreal.com) yang mendapatkan dua penghargaan tahun 2002.
=Isi Situs Web Bermanfaat bagi konsumen
Isi situs mestinya memberikan informasi yang berharga,dengan menghindari file yang tidak berguna, apalagi dalam ukuran besar, yang hanya memperlambat download.
Isi situs harus disesuaikan dengan tujuan pengiklanan yaitu memberikan informasi suatu produk.
=Menekankan merek dan Citra Perusahaan
Iklan beserta produk dan layanannya mestinya menekankan bahwa ia berbeda dengan iklan milik para pesaing.

Strategi Memilih Media Periklanan pada e-commerce:
=Pengunjung,Jangkauan,Impresi dan Pengaruh
=Pengunjung adalah perkiraan rata-rata jumlah individu berbeda yang telah mengunjungi setiap isi website,kategori,saluran atau aplikasi setiap hari pada periode tertentu.
=Jangkauan adalah presentase individu yang diproyeksikan mengunjungi website,kategori, saluran tertentu dari jumlah total individu yang diproyeksikan menggunakan media digital
selama periode tertentu.
=Impresi adalah jumlah waktu yang digunakan untuk melihat suatu iklan.
=Pengaruh merupakan nilai kualitas suatu iklan melalui media tertentu.
=Untuk memilih media digital,yang perlu dipertimbangkan adalah pengunjung,jangkauan, impresi dan pengaruhnya.
=Disamping itu harus dipertimbangkan pula biaya,keunggulan dan keandalannya. Selanjutnya pengiklan mencari media yang paling efektif-biaya diantara berbagai media yang terpilih dan baru kemudian menentukan pilihan diantara yang ada.

  Bab 6

Layanan pertukaran dan bantuan Business to Business publik

 

Pertukaran Bisnis dengan Bisnis secara elektronik (B2B Electronic Exchange) – secara garis besar

Ada beberapa point penting dalam pertukaran B2B secara elektronik yaitu:

*public e-marketplaces (public exchange) yakni pusat pertukaran terbuka baik untuk buyers maupun sellers yang biasanya dijalankan pihak ketiga;

*exchange sendiri dapat dikatakan kumpulan dari beberapa kegiatan pada banyak e-marketplace sendiri;

*market maker sendiri adalah pihak ketiga yang menjalankan kegiatan exchange; dalam banyak kasus biasanya pemilik usaha exchange itu sendiri

 

Klasifikasi exchange secara garis besar dibagi menjadi dua yakni

*vertikal exchange adalah exchange dimana peserta maupun anggotanya memiliki segmen industri yang sama

*horizontal exchange sendiri menghandle material-material pertukaran yang digunakan oleh industri yang berbeda

 

Dinamic prizing (penetapan harga yang dinamis) sendiri merupakan pergerakan harga yang cepat setiap waktu, kemungkinan juga dikalangan customers, yang mempengaruhi supply dan demand.

 

Beberapa fungsi dari exchange

menurut Tumolo (2001), ada 3 fungsi utama dari exchange:

*mempertemukan buyers dan sellers

*memfasilitasi transaksi

*memelihara infrastruktur dan kebijakan pertukaran (exchange)

 

Ownership, governance, and organizaton of exchanges

Ownership of exchanges

Terdapat 3 tipe basic dasar model kepemilikan pada pertukaran menggunakan internet yakni

*raksasa industri ( an industry giant) : model ini meliputi exchange yang dibuat dan dijalankan perusahaan besar (bisa buyer atau seller); cth IBM

*enterpreneur netral : pada model ini exchange dijalankan oleh pihak ketiga; cth ChemConnect

*konsorsium (co-op) : pada model ini beberapa pemain exchange bergabung dan bersama-sama menjalankan exchange yang menguntungkan satu sama lain.

 

Revenue models

Exchange seperti organisasi memerlukan pendapatan untuk dapat bertahan. Ada beberapa sumber pendapatan potensial dari kegiatan pertukaran (exchange) yakni biaya transaksi, biaya layanan, biaya keanggotaan, biaya iklan, dll.

 

Governance and Organization

Beberapa kriteria yang terdapat pada exchange termasuk pada elemen organisasi  yang diatur ole pemerintah. meliputi membership (keanggotaan), site access and security ( exchanges haruslah aman dan dilindungi), services provided by exchanges ( harus tersedia layanan oleh penyelengara exchange).

 

Potential gains and risks in B2B Exchange

Potential gains

untuk pembeli (buyers)                                                           untuk penjual (sellers)

*onestop shopping; huge variety                                *new sales channel

*search and comparison shopping                              *no physical store is needed

*volume discounts                                                      *reduced ordering errors

*24/7 ordering from any location                               *sell 24/7

*make one order from several suppliers                                  *reach new customers at little extra cost

*unlimited, detailed information                                            *promote the business via exchange

*access to new suppliers                                             *an outlet for surplus inventory

*status review and easy reordering                             *can go global more easily

*fast delivery

*less maverick buying

potential risk

untuk pembeli (buyers)                                                           untuk penjual (sellers)

*unknown vendors; may not reliable                          *loss of direct CRM and PRM

*loss of customers services quality (inability              *more price wars

to compare all services)                                                           *competition for value-added services

*must pay transaction fee (including on seller’s

existing customers)

*possible loss of customers to competitors

 

B2B portal adalah jalur informasi untuk pebisnis dan berbeda dengan Exchange. Beberapa e-marketplace juga ada yang murni hanya jalur informasi saja tanpa ada transaksi. beberapa contoh B2B portal yaitu THOMAS REGISTER. Namun ada juga yang secara perlahan berubah menjadi Exchange, yakni ALIBABA.COM. Revenue model dari beberapa B2B portals kebanyakan dari advertising dan beberapa sumber lain.

 

Third party (trading) exchange biasanya dimiliki oleh perusahaan independen dan sering disebut public exchanges. Perusahaan ini biasanya memiliki hubungan netral antara buyers dan sellers.

 

Market liquidity adalah perbandingan dimana barang atau jasa dapat dibeli ataupun dijual di pasar tanpa mempengaruhi harga barang atau jasa itu sendiri; biasanya dipengaruhi oleh banyaknya buyers/sellers dan volume transaksi.

 

Konsorsium (consortium trading exchange) adalah exchange yang diadakan dan dijalankan beberapa perusahaan utama. Objek utama mereka adalah memperlancar proses pembelian (buying oriented) maupun penjualan serta rantai pasokan menuju customers (ini berlaku pada selling oriented).

 

3 tipe pasar menurut lingkungannya (pada exchange)

1. fragmented markets : pasar yang memiliki banya pembeli maupun penjual; cth pasar makanan

2. seller-concentrated markets : pasar dimana banyak perusahaan besar menjual ke pembeli dengan jumlah besar;cth pasar plastik, transportasi

3. buyer-concentrated markets : psar dimana banyak perusahaan besar melakukan pembelian kebanyakan secara besar dari banyak pemasok; cth pasar automotif, elektronik

 

Beberapa faktor kritis pada konsorsium

1. memperhatikan bisnis dan model pendapatannya

2. ukuran industri

3. kemampuan untuk mengadopsi

4. elastisitas

5. standarisasi komoditas

6. manajemen alur informasi yang intensif

7. memperlancar in-efisiensi rantai pasokan

8. harmonisasi shared objectives

 

Penetapan harga dan trading yang berubah-ubah

Muncul dan ditentukan ketika harga dipengaruhi oleh supply and demand yang datang sewaktu-waktu. Dua melanisme utama dinamic pricing adalah pertemuan antara supply and demand (seperti in-stock markets) dan lelang/auctions (forward and reverse).

 

Matching yakni pertemuan antara buyers dan sellers dimana supply and demand tercapai pada in stock market. Auction atau pelelangan sendiri dapat diadakan dengan berbagai cara, meliputi layanan penawaran exchange hanya salah satu dari beberapa kegiatan; seperti pada ChemConnect, atau pun layanan penuh tertuju pada pelelangan; cth eBay for business, FirstAuction.com, dan QXL.com. Sebuah pertukaran juga dapat terdiri dari banyak pelelangan publik.

 

Marketplaces dan exchange yang terintegrasi

Salah satu dari problem membangun e-marketplace adalah sistem integrasinya, khususnya diantara partner bisnis. Sebagai tambahan aplikasi integrasi, juga terdapat problem pada data dan database integrasi serta proses integrasinya. Di masa depan, web services akan menyediakan lingkungan terbuka universal yang akan mempermudah problem integrasi.

 

Layanan support utama B2B yakni infrastruktur elektronik, process, pasar elektronik, konten, komunitas, dan layanan secara elektronik. Layanan direktori dan B2B search engine adalah contoh layanan elektronik. partnership relationship management (PRM) menjadi penting, dan mungkin akan dapat difasilitasi oleh berbagai layanan support B2B.

 

Jaringan B2B memerlukan jaringan yang mempermudah efisiensi dan efektifitas perdagangan dan komunikasi. Dapat berupa perusahaan terpusat, untuk satu industri maupun global. contohnya GXS dan Ariba’s Supplier Network.

 

Exchange network dan management of exchange diperlukan karena berbagai alasan. salah satunya karena customer akan diuntungkan jika exchange terhubung satu sama lain. Integrasi ini kompleks dan memerlukan beberapa tahun untuk dapat komplit. memanage individual exchange memerlukan biaya mahal, karena itu beberapa exchange yang sejenis dapat dimanage secara bersamaan. Implementasi utama adalah dalam memilih exchange publik dengan privat; maupun kombinasi keduanya, evaluasi, identifikasi problem area, maupun penggunaan software agents sebagai mekanisme pembantu.

 

Beberapa problem pada publik exchange yang meliputi biaya transaksi, sharing informasi, biaya penyimpanan, perekrutan supplier, serta terlalu banyak penyelenggaraan exchange.

Berikut faktor kritis yang dapat menentukan keberhasilan dalam exchange yang meliputi likuiditas yang lebih awal, kepemilikan yang sah, pemerintahan, manajemen yang baik, keterbukaan baik secara teknologi maupun organisasional, dan pelayanan yang jangkauannya maksimal.

 

 

 

 

 

Bab 7

E-supply chains, colaborative commerce, intrabusiness ec, and corporate portal

 

E-supply chains, karakteristik dan komponen

Penghitungan dan automatisasi arus informasi melalui rantai pasokan dan mengaturnya melalui Web menghasilkan sesuatu yang dinamakan e-supply chain. Bagian utama dari e-supply chain adalah arus atas (supplier), internal (in-house process), dan arus bawah (ke distributor dan customers). Aktivitas dari e-supply chain meliputi replenishment, prosecurement, colaborative planning; design;development, e-logistic, dan penggunaan exchange atau supply web dimana terdapat penggunaan internet.

 

Pemasalahan supply chain dan penyebabnya

Kebanyakan problem utama meliputi inventori terlalu banyak atau terlalu sedikit, kurangnya supply maupun produk ketika dibutuhkan, keperluan mendadak karena pesanan, pengiriman bermasalah, dan buruknya pelayanan customers. Problem-problem ini dihasilkan oleh ketidakpastian dari segmen yang beragam dari rantai pasokan, dari ketidakpercayaan partner dan kurangnya kolaborasi dan sharing informasi, dan dari kesulitan dalam memperkirakan permintaan, dan juga kurangnya perhatian terhadap infrastruktur logistik dapat menghasilkan problem di kemudian hari.

 

Solusi pemecahan masalah pada supply chain yang disediakan oleh EC technology dapat mengotomatisasi dan mempercepat pengambilan pesanan, meningkatkan penyelesaian pesanan, menyediakan e-payment, mengontrol inventori secara bijak, menyediakan ramalan yang tepat, dan penjadwalan yang lebih baik, serta mengimprove kolaborasi diantara partner rantai pasokan. Yang menarik dalam menggunakan RFID tenhnology dimana dapat merevolusi manajemen rantai pasokan.

 

Colaborative-commerce; definisi dan tipe

Dapat dikatakan sebagai sebuah rencana penggunaan teknologi digital dalam  berpartner bisnis. Termasuk didalamnya perencanaan, designing, researching, managing, dan pelayanan berbagai kerjasama, terkadang juga termasuk rantai pasokan. Colaborative commerce juga dapat digunakan oleh partner bisnis yang berbeda, maupun diantara partisipan sebuah jaringan kolaborasi.

 

Perencanaan kolaborasi dan CPFR

Perencanaan kolaborasi terkonsentrasi pada peramalan demand dan pada sumber daya beserta aktivitas perencanaan bersama rantai pasokan. Perencanaan kolaborasi mencoba mengsinkronisasi kegiatan partner bisnis. CTFR sendiri merupakan strategi bisnis yang mencoba untuk menghasilkan protokol standar dan prosedur dalam berkolaborasi. bertujuan untuk meningkatkan peramalan demand dalam colaborative planning bertujuan untuk memastikan pengiriman material ketika dibutuhkan.

 

Intrabusiness EC mengarah pada seluruh EC dalam sebuah organisasi. Dapat berupa aktivitas organisasi dengan karyawan, antara SBU dalam organisasi, dam diantara karyawan sendiri.

 

Integrasi dalam rantai pasokan

Integrasi dari beragam aplikasi dalam perusahaan dan diantara partner bisnis diperlukan demi kesuksesan perusahaan. untuk mempermudah dapat digunakan software spesial ataupun standar karyawan seperti XML. Web services adalah salah satu wadah baru yang potensial dalam memfasilitasi integrasi.

 

Tipe dan jenis corporate portals

Tipe utama dari corporate portals adalah jalur perusahaan untuk pemasok, customers, karyawan, dan supervisors. Juga terdapat jalur mobile ( dapat diakses dengan wireless devices). fungsi portal ini dapat sebagai jalur pengetahuan dan juga intelejen bisnis yang menyediakan gerbang menuju spesialisasi pengetauan dan pengambilan keputusan.

 

Alat kolaborasi sendiri tersedia berbagai macam. Group utama alat kolaborasi ini terdiri dari arus kerja dan groupware. Sebagai tambahan, alat specialisasi dari sistem pembantu keputusan bersama (GDSSs) hingga  device yang memfasilitasi design produk.

 

Categories: Tugas2 Ecommerce Tags:

UAS E-Commerce

January 17th, 2012 Comments off

Question !

  1. Apakah situs ub.ac.id termasuk e-commerce?  Jelaskan alasan anda dengan merujuk teori dari buku dan jurnal  yang sudah anda pelajari. Sebutkan sumbernya!
  2. Berikan evaluasi terhadapat situs http://ub.ac.id beserta sub domainnya sesuai dengan teori yang sudah anda pelajari di kelas e-commerce. Berikan saran anda untuk pengembangannya.
  3. Jelaskan  kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan  UKM di Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya menggunakan E-commerce?  Berikan saran anda berdasar pengalaman negara lain yang sudah anda baca di jurnal-jurnal ilmiah (sciencedirect.com)

Answer !

 

1)            Ya, karena definisi e-commerce adalah penggunaan internet secara umum untuk transaksi jual-beli barang, jasa, termasuk jasa layanan setelah penjualan. Situs Http://ub.ac.id tidak menyediakan sarana transaksi jual beli di situs tersebut. Namun, di dalam situs tersebut memuat informasi tentang produk dan jasa yang mereka jual sehingga dapat dikatakan sebagai mengiklankan produk mereka. E-commerce dapat dibagi ke dalam tiga kelas yaitu:

  • Customer to Business    : Di dalam situs Ub terdapat info mengenai fakultas apa saja dan jurusan apa saja yang dapat diambil.
  • Business to Business      : Di situs tersebut terdapat informasi tentang kegiatan yang berlangsung di UB, sehingga memudahkan orang luar untuk mendapatkan informasi jika melakukan kegiatan di UB.
  • Intraorganizational          : Di dalam situs UB terdapat banyak kegiatan intra brawijaya dapat di proses melalui situs tersebut, seperti proses KRS Mahasiswa.

Sumber : Computer, Information & Systems Engineering: Introduction to E-commerce, Jerry Gao, Ph.D

 

2)            Menurut saya situs Ub.ac.id sendiri sudah bagus secara secara desain dan theme nya sudah sesuai dengan nama lain universitas brawijaya sendiri sebagai Kampus Biru. Namun, jika dilihat dari kerapian dan tata letak link – link di dalam halaman home-nya terkesan terlalu ramai dan tidak teratur jadi menimbulkan kesan penuh dan membuat bingung. Padahal di atas halaman utama sudah ada category-category tersendiri yang bisa merapikan hal tersebut, tetapi kenapa link-link tersebut tidak di masukkan kedalam jenis category tersendiri untuk merapikan situs itu? Dan hanya info-info penting saja yang di tampilkan di pada halaman home. Tentang subdomainnya sendiri seperti saat kita masuk ke subdomain Fakultas-fakultasnya saya rasa sudah cukup rapi dan sangat jelas di dalam subdomain itu sendiri.

 

3)         Dalam pembangunan ekonomi di Indonesia UKM selalu digambarkan sebagai sector yang mempunyai peranan yang penting, karena sebagian besar jumlah penduduknya berpendidikan rendah dan hidup dalam kegiatan usaha kecil baik di sector tradisional maupun modern. Peranan UKM tersebut menjadi bagian yang diutamakan dalam setiap perencanaan tahapan pembangunan yang dikelola oleh dua departemen yaitu :

  • Departemen Perindustrian dan perdagangan
  • Departemen Koperasi dan UKM

Namun demikian, usaha pengembangan yang telah dilaksanakan masih belum memuaskan hasilnya, karena pada kenyataannya kemajuan UKM sangat kecil dibandingkan kemajuan yang dicapai usaha besar.

Pelaksanaan kebijakan UKM oleh pemerintah selama orde baru, sedikit saja yang dilaksanakan, lebih banyak hanya merupakan semboyan saja, sehingga hasilnya sangat tidak memuaskan. Pemerintah lebih berpihak kepada pengusaha besar hanpir semua sector, antara lain :

  • Perdagangan
  • Perbankan
  • Kehutanan
  • Pertanian
  • Industri

Dalam menghadpi persaingan yang semakin ketat, karena semakin terbukanya pasar di dalam negeri, merupakan ancaman bagi UKM dengan semakin banyaknya barang dan jasa yang masuk dari luar akaibat dampak globalisasi. Oleh karena itu pembinaan dan pengembangan UKM saai ini dirasakan semakin mendesak dan sangat strategis untuk mengangkat perekonomian rakyat, maka kemandirian UKM diharapkan dapat tercapai dimasa mendatang.

Dengan berkembangnya perekonomian rakyat diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka kesempatan kerja dan memakmurkan masyarakat secara keseluruhan.

Kegiatan UKM meliputi berbagai kegiatan ekonomi, namun sebagian besar berbentuk usaha kecil yang bergerak disektor pertanian.

Pada tahun 1996 dat biro pusat statistic menunjukan jumlah UKM ada 38,9 juta, dimana sector :

  • Pertanian berjumlah 22,5 juata (57,9%)
  • Sektor Industri pengelolaan ada 2,7 juta (6,9%)
  • Sektor perdagangan, rumah dan hotel ada 9,5 juta (24%)
  • Dan sisanya bergerak disektor lain.

Dari nilai ekspor nasionl menurut BPS pada tahun 1998 ekspor industri kecil dan menengah hanya 6,2%, nilai ini jauh tertinggal bila dibandingkan ekspor usah kecil negara-negara lain seperti :

  • Taiwan (65%),
  • Cina 50%
  • Vietnam 20%
  • Hongkong 17%
  • Singapura 17%

Oleh karena itu perlu dibuat kebijakan yang tepat untuk mendukung UKM seperti :

  • Perizinan
  • Teknologi
  • Struktur
  • Manajemen
  • Pelatihan
  • Pembiayaan
  • Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, oleh karena selain berperan dalam pertumbuhan eknomi dan penyerapan tenaga kerja juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. Dalam krisis ekonomi yang terjadi di negara kita sejak beberapa waktu yang lalu, dimana banyak usaha berskala besar yang mengalami stagnasi bahkan berhenti aktifitasnya, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terbukti lebih tangguh dalam menghadapi krisis tersebut. Pengembangan UKM perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya. Kebijakan pemerintah kedepan perlu diupayakan lebih kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya UKM. Pemerintah perlu meningkatkan perannya dalam memberdayakan UKM disamping mengembangkan kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil, dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya. Pengembangan UKM kedepan, perlu menggabungkan keunggulan lokal (lingkungan internal) dan peluang pasar global, yang disinergikan dengan era otonomi daerah dan pasar bebas.Perlu berpikir dalam skala global dan bertindak lokal (think globaly and act locally) dalam mengambil kebijakan yang terkait dengan pengembangan UKM.
  • Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang cukup besar dalam pembangunan ekonomi nasional, hal ini terlihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan hasil survei dan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UKM terhadap PDB (tanpa migas) pada Tahun 1997 tercatat sebesar 62,71 persen dan pada Tahun 2002 kontribusinya meningkat menjadi 63,89 persen. Perbandingan komposisi PDB menurut kelompok usaha pada Tahun 1997 dan 2003 .
  • Kendati demikian, kondisi UKM tetap rawan karena keberpihakan bank yang rendah, pasar  Bebas yang mulai dibuka, serta terbatasnya kebijakan yang mendukung sektor usaha kecil. Sedangkan kontribusi usaha yang berskala besar pada Tahun 1997 hanya 37,29 persen dan pada Tahun 2002 turun lagi menjadi 36,11 persen. Jumlah unit UKM dalam 3 (tiga) tahun terakhir juga mengalami peningkatan ratarata sebesar 9,5 persen tiap tahunnya.

 

Pada Tahun 2002 tercatat sebanyak 38,7 juta dan pada Tahun 2004 sebanyak 42,4 juta unit saha. Peningkatan jumlah unit usaha ini juga diikuti dengan kenaikan jumlah tenaga kerja disektor UKM. Pada Tahun 2004 jumlah pekerja di sektor UKM tercatat hampir 80 juta orang, dari jumlah

tersebut sebanyak 70,3 juta diantaranya bekerja disektor usaha kecil dan sisanya disektor usaha menengah. Disadari akan begitu besarnya peran UKM dalam perekonomian nasional, maupun dalam penyerapan tenaga kerja dan pemerataan distribusi hasil-hasil pembangunan, maka pemerintah melalui undang-undang No 5 tahun 1999, memberi batasan terhadap UKM yaitu untuk usaha kecil adalah usaha yang :

a.                    memiliki kekayaan (aset) bersih 200 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat saha,

b.                    Hasil penjualan tahunan (omzet) paling banyak 1 milyar,

c.                    Milik warga Indonesia,

d.                    Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan

Dengan batasan tersebut, maka diharapkan peranan pemerintah maupun masyarakat perlu memberikan perhatian yang besar untuk mendorong pengembangannya. Pengembangan UKM melalui pendekatan pemberdayaan usaha, perlu memperhatikan aspek sosial dan budaya di masing-masing daerah, mengingat usaha kecil dan menengah pada umumnya tumbuh dari masyarakat secara langsung.  Disamping itu upaya pengembangan UKM dengan mensinergikannya dengan industri besar melalui pola kemitraan, juga akan memperkuat struktur ekonomi baik nasional maupun daerah. Partisipasi pihak terkait atau stakeholders perlu terus ditumbuhkembangkan lainnya agar UKM betul-betul mampu berkiprah lebih besar lagi dalam perekonomian nasional.

 

Pada umumnya permasalahan yang dihadapi oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM), antara lain meliputi :

 

A. Faktor Internal

a.                    Kurangnya Permodalan Permodalan merupakan faktor utama yang diperlukan untuk  engembangkan suatu unit usaha. Kurangnya permodalan UKM, oleh karena pada umumnya usaha kecil dan menengah merupakan usaha perorangan atau perusahaan yang sifatnya tertutup, yang mengandalkan pada modal dari si pemilik yang jumlahnya sangat terbatas, sedangkan modal pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya sulit diperoleh, karena persyaratan secara administratif dan teknis yang diminta oleh bank tidak dapat dipenuhi.

b.                    Sumber Daya Manusia (SDM) yang Terbatas Sebagian besar usaha kecil tumbuh secara tradisional dan merupakan usaha keluarga yang turun temurun. Keterbatasan SDM usaha kecil baik dari segi pendidikan formal maupun pengetahuan dan keterampilannya sangat berpengaruh terhadap manajemen pengelolaan usahanya, sehingga usaha tersebut sulit untuk berkembang dengan optimal. Disamping itu dengan keterbatasan SDM-nya, unit usaha tersebut relatif sulit untuk mengadopsi perkembangan teknologi baru untuk meningkatkan daya saing produk yang dihasilkannya.

c.                    Lemahnya Jaringan Usaha dan Kemampuan Penetrasi Pasar Usaha kecil yang pada umumnya merupakan unit usaha keluarga, mempunyai jaringan usaha yang sangat terbatas dan kemampuan penetrasi pasar yang rendah, oleh karena produk yang dihasilkan jumlahnya sangat terbatas dan  mempunyai kualitas yang kurang kompetitif. Berbeda dengan usaha besar yang telah mempunyai jaringan yang sudah solid serta didukung dengan teknologi yang dapat menjangkau internasional dan promosi yang baik.

 

B. Faktor Eksternal

a.                    Iklim Usaha Belum Sepenuhnya Kondusif Kebijaksanaan Pemerintah untuk menumbuhkembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), meskipun dari tahun ke tahun terus disempurnakan, namun dirasakan belum sepenuhnya kondusif. Hal ini terlihat antara lain masih terjadinya persaingan yang kurang sehat antara pengusaha-pengusaha kecil dengan pengusaha-pengusaha besar.

b.                    Terbatasnya Sarana dan Prasarana Usaha Kurangnya informasi yang berhubungan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, menyebabkan

sarana dan prasarana yang mereka miliki juga tidak cepat berkembang dan kurang mendukung kemajuan usahanya sebagaimana yang diharapkan.

c.                    Implikasi Otonomi Daerah Dengan berlakunya Undang-undang No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, kewenangan daerah mempunyai otonomi untuk mengatur dan mengurus masyarakat setempat. Perubahan sistem ini akan mengalami implikasi terhadap pelaku bisnis kecil dan menengah berupa pungutan-pungutan baru yang dikenakan pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Jika kondisi ini tidak segera dibenahi maka akan menurunkan daya saing Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Disamping itu semangat kedaerahan yang berlebihan, kadang menciptakan kondisi yang kurang menarik bagi pengusaha luar daerah untuk mengembangkan usahanya di daerah tersebut.

d.                    Implikasi Perdagangan Bebas Sebagaimana diketahui bahwa AFTA yang mulai berlaku Tahun 2003 dan APEC Tahun 2020 yang berimplikasi luas terhadap usaha kecil dan menengah untuk bersaing dalam perdagangan bebas.Dalam hal ini, mau tidak mau Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dituntut untuk melakukan  roses produksi dengan produktif dan efisien, serta dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan frekuensi pasar global dengan standar kualitas seperti isu kualitas (ISO 9000), isu lingkungan (ISO 14.000) dan isu Hak Asasi Manusia (HAM) serta isu ketenagakerjaan. Isu ini sering digunakan secara tidak fair oleh negara maju sebagai hambatan (Non Tariff Barrier for Trade). Untuk itu maka diharapkan UKM perlu mempersiapkan agar mampu bersaing baik secara keunggulan komparatif maupun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

e.                    Sifat Produk Dengan Lifetime Pendek Sebagian besar produk industri kecil memiliki ciri atau karakteristik sebagai produk-produk fasion dan kerajinan dengan lifetime yang pendek.

f.                     Terbatasnya Akses Pasar Terbatasnya akses pasar akan menyebabkan produk yang dihasilkan tidak dapat dipasarkan secara kompetitif baik di pasar nasional maupun internasional.

 

Upaya untuk Pengembangan UKM

Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada hakekatnya merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Dengan mencermati

permasalahan yang dihadapi oleh UKM, maka kedepan perlu diupayakan hal-hal sebagai berikut:

a.                    Penciptaan Iklim Usaha yang Kondusif Pemerintah perlu mengupayakan terciptanya iklim yang kondusif antara lain dengan mengusahakan ketenteraman dan keamanan berusaha serta penyederhanaan prosedur perijinan usaha, keringanan pajak dan sebagainya.

b.                    Bantuan Permodalan Pemerintah perlu memperluas skim kredit khusus dengan syarat-syarat yang tidak memberatkan bagi UKM, untuk membantu peningkatan permodalannya, baik itu melalui sektor jasa finansial formal, sektor jasa finansial informal, skema penjaminan, leasing dan dana modal ventura. Pembiayaan untuk Usaha Kecil dan Menengah(UKM) sebaiknya menggunakan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang ada, maupun non bank. Lembaga Keuangan Mikro bank antara Lain: BRI unit Desa dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sampai saat ini BRI memiliki sekitar 4.000 unit yang tersebar diseluruh Indonesia. Dari kedua LKM ini sudah tercatat sebanyak 8.500 unit yang melayani UKM. Untuk itu perlu mendorong pengembangan LKM . Yang harus dilakukan sekarang ini adalah bagaimana mendorong pengembangan LKM ini berjalan dengan baik, karena selama ini LKM non koperasi memilki kesulitan dalam legitimasi operasionalnya.

c.                    Perlindungan Usaha Jenis-jenis usaha tertentu, terutama jenis usaha tradisional yang merupakan usaha golongan ekonomi lemah, harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah, baik itu melalui undangundang maupun peraturan pemerintah yang bermuara kepada saling menguntungkan (win-win solution).

d.                    Pengembangan Kemitraan Perlu dikembangkan kemitraan yang saling membantu antara UKM, atau antara UKM dengan pengusaha besar di  dalam negeri maupun di luar negeri, untuk  menghindarkan terjadinya monopoli dalam usaha. Disamping itu juga untuk memperluas pangsa pasar dan pengelolaan bisnis yang lebih efisien. Dengan demikian UKM akan mempunyai kekuatan dalam bersaing dengan pelaku bisnis lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri.

e.                    Pelatihan Pemerintah perlu meningkatkan pelatihan bagi UKM baik dalam aspek kewiraswastaan, manajemen, administrasi dan pengetahuan serta keterampilannya dalam pengembangan usahanya. Disamping itu juga perlu diberi

kesempatan untuk menerapkan hasil pelatihan di lapangan untuk  mempraktekkan teori melalui pengembangan kemitraan rintisan.

f.                     Membentuk Lembaga Khusus Perlu dibangun suatu lembaga yang khusus bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan semua kegiatan yang berkaitan dengan upaya penumbuhkembangan UKM dan juga berfungsi untuk mencari solusi dalam rangka mengatasi permasalahan baik internal maupun eksternal yang dihadapi oleh UKM.

g.                    Memantapkan Asosiasi Asosiasi yang telah ada perlu diperkuat, untuk meningkatkan perannya antara lain dalam pengembangan jaringan informasi usaha yang sangat dibutuhkan  untuk pengembangan usaha bagi anggotanya.

h.                    Mengembangkan Promosi Guna lebih mempercepat proses kemitraan antara UKM dengan usaha besar diperlukan media khusus dalam upaya mempromosikan produk-produk yang dihasilkan. Disamping itu perlu juga diadakan talk show antara asosiasi dengan mitra usahanya.  Mengembangkan Kerjasama yang Setara Perlu adanya kerjasama atau koordinasi yang serasi antara pemerintah dengan dunia usaha (UKM) untuk menginventarisir berbagai isu-isu mutakhir yang terkait dengan perkembangan usaha.

 

PERAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM)

 

Peranan UKM dalam perekonomian nasional diakui sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi UKM terhadap lapangan kerja, pemerataan pendapatan, pembangunan ekonomi pedesaan dan sebagai penggerak peningkatan ekspor manufaktur / nonmigas. Di sisi lain, krisis ekonomi yang diawali dengan krisis moneter yang terjadi di Indonesia menunjukkan bahwa UKM relatif lebih bertahan daripada usaha skala besar, yang banyak mengalami kebangkrutan. Hal di atas berimplikasi pada pentingnya mengembangkan UKM. Beberapa alasan yang menyebabkan pentingnya pengembangan UKM adalah:

  • Fleksibilitas dan adaptabilitas UKM dalam memperoleh bahan mentah dan peralatan. Relevansi UKM dengan proses-proses desentralisasi kegiatan ekonomi guna menunjang terciptanya integritas kegiatan pada sektor ekonomi yang lain. Potensi UKM dalam menciptakan dan memperluas lapangan kerja.

Ø  Peranan UKM dalam jangka panjang sebagai basis untuk mencapai kemandirian pemba- ngunan ekonomi; karena UKM umumnya diusahakan pengusaha dalam negeri dengm1 menggunakan kandungan impor yang rendah.

Menurut Eugene dan Morce (1965), tipe kebijakan pemerintah sangat menentukan pertumbuhan UKM. Ada empat pilihan: (1) Kebijakan do nothing policy: pemerintah apapun alasannya sadar tidak perlu berbuat apa-apa dan membiarkan UKM begitu saja, (2) kebijakan memberi perlindungan (protection policy) terhadap UKM: kebijakan ini bersifat melindungi UKM dari kompetisi dan bahkan memberi subsidi, (3) kebijakan berdasarkan ideology pembangunan (developmentalist): kebijakan ini memilih industri yang potensial, (picking the winner) namun tidak diberi subsidi dan (4) kebijakan yang semakin popular adalah apa yang disebut market friendly policy dengan penekanan pada pilihan brood based, tanpa subsidi dan kompetisi.

Pada masa lalu, pemerintah memilih kebijakan tipe kedua (protection) akan tetapi kerangka tujuan jatuh pada pilihan ketiga, yakni developmentalist. Hasilnya baik industri besar dan kecil menengah tidak berhasil. Ketidakberhasilan ini disebabkan oleh lingkungan yang diciptakan oleh kebijakan tersebut pada dasarnya membuat UKM masuk usaha yang tumbuh secara distorsif. Oleh karena itu saya melihat bahwa pilihan kebijakan tipe ketiga dikombinasi dengan tipe keempat dalam kerangka dasar kebijakan pemerintah.

Dalam hubungan ini, dewasa ini, semakin jelas bahwa UKM secara dikotomis dibagi ke dalam dua jenis definisi. UKM dengan definisi usaha mikro dibedakan dengan usaha kecil dan menengah yang dianggap potensial dapat dikembangkan. Akan tetapi sesungguhnya distribusi UKM sungguh pincang, dimana usaha mikro dalam jumlah yang sangat besar melebihi 2,5 juta unit sedangkan usaha kecil potensial mungkin tidak lebih dari 300 ribu unit dan jumlah usaha menengah di Indonesia sama sekali belum jelas, Kaitannya dengan kebijakan yang terbangun dalam persepsi yang popular adalah usaha kecil mikro lebih cocok untuk welfare policy, sedangkan untuk UKM adalah competitive business policy. Di sini terlihat UU No.9. 1995 maupun PP No. 10 tahun 2001, tentang UKM tidak dapat memberi ,jalan keluar, kecuali hanya mampu mengakomodasi semua pendapat.

Kembali kepada masalah lingkungan usaha, ada beberapa faktor strategis yang

perlu dikembangkan untuk mendukung terciptanya lingkungan usaha yang kondusif. Lingkungan yang kondusif bagi pengembangan usaha/bisnis, khususnya UKM, dapat dilakukan melalui beberapa hat berikut ini.

 

1. Kebijakan Pemerintah yang Komplementer

  • Pemerintah perlu menciptakan kondisi yang kondusif untuk mendorong perkembangan UKM yang bergairah dan dinamis. Untuk ini, yang merupakan kepentingan utama UKM adalah apabila pertumbuhan ekonomi yang ekspansif. Merupakan kunci utama bagaimana seharusnya pemerintah menciptakan lingkungan yang sehat. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat berbagai kebijakan dalam:
  • Melakukan investasi dalan infrastruktur tradisional dan teknologis
  • Mendorong terjadinya tabungan swasta dan investasi domestik
  • Mengembangkan agresivitas di pasar internasional (ekspor) dan daya tarik bagi investasi asing langsung
  • Fokus pacta kualitas, kecekatan dan transpm’ansi administrasi/birokrasi dan pemerintah
  • Memelihara keterkaitan antara tingkat upah, produktivitas dan perpajakan
  • Memelihara ketahanan jaringan sosial dan mengurangi disparitas upah, dan memperkuat kelas menengah.
  • Melakukan investasi besar dalam pendidikan, khususnya tingkat menengah, dan pelatihan sepanjang hidup bagi angkatan kerja
  • Melanjutkan dan terus melakukan restrukturisasi sektor keuangan dan perbankan
  • Desentralisasi politik dan ekonomi di tingkat provinsi dan kabupaten
  • Menata kembali kebijakan perdagangan dan penanaman modal, khususnya sektor riil dalam usaha mendorong ekspor
  • Membangun sistem hukum dan peradilan yang efektif termasuk prinsip pengawasan yang baik dan efektif untuk menunjang pembangunan sosial, ekonomi dan politik.
  • Kebijakan pilihan menghidupkan mekanisme pasar sebagai ganti dari heavy intervention policy.
  • Kebijakan ekonorni makro yang non diskriminatif terhadap UKM
  • Kebijakan pilihan strategis industri dan sektor yang dipilih untuk mendukungnya
  • Kebijakan perdagangan dan investasi di tingkat nasional dan di wilayah atau daerah khusus.

 

2. Masalah Kemudahan Perijinan  

Salah satu aspek dari lingkungan usaha yang sehat adalah mudahnya perijinan usaha. Pada umumnya, untuk memperoleh perijinan usaha, seorang pengusaha harus mengeluarkan biaya sekitar 3 atau 4 kali dari biaya perijinan yang ditentukan. Surat ijin harus diperbaharui setiap tahun dan memerlukan beberapa klarifikasi dari beberapa pejabat yang berwenang, yang biasanya menyebabkan perlunya biaya tambahan. Hal ini terjadi karena perijinan tidak transparan, mahal, berbelit-belit, diskriminatif, lama dan tidak pasti, serta tumpang tindih vertical (antara pusat -daerah) dan horizontal (antara instansi di daerah). Akibatnya, minat pengusaha terhambat untuk mengembangkan usahanya.

Karena itu, hukum perlu ditegakkan dan dilaksanakan secara tegas.      Di samping itu, perumusannya perlu melibatkan pengusaha kecil dan asosiasi UKM. Dengan demikian, pengurusan ijin usaha akan menjadi sederhana menjadi memberi lingkungan yang kondusif untuk pengembangan UKM. Otonomi daerah harus mampu menghasilkan penyederhanaan perijinan usaha yang mendorong UKM untuk memilikinya. Dengan demikian penerimaan pemerintah dari sektor usaha dapat meningkat. Di samping itu, hal ini juga bermanfaat meminimalkan transaksi illegal yang sering terjadi dalam upaya menekan biaya pajak. Implikasi yang lebih luas, untuk meningkatkan daya kompetisi UKM masuk dalam lingkungan pasar global, perlu diusahakan semacam pelayanan terpadu (UPT).

 

3. Perlu Tersedia Small Size Loan untuk UKM

Masalah permodalan, yang sering sekali dilihat sebagai faktor penghambat dalam pengembangan UKM, sebenarnya dapat diatasi dengan mengakses lembaga keuangan (bank dan non-bank). Untuk mendukung akses ini. suku bunga perbankan sebaiknya dibuat rendah sehingga kredit menjadi lebih murah. Di samping itu, pemberian informasi mengenai sumber pembiayaan dari lembaga keuangan non bank menjadi hal yang sangat penting. Prosedur kredit perlu disederhanakan menjadi mudah dan pencairan kredit menjadi lebih cepat. Pihak perbankan juga sebaiknya mengimformasikan standar

proposal pengajuan kredit untuk membantu pengusaha kecil mengajukan proposal yang sesuai dengan kriteria perbankan. Di samping itu, perbankan juga perlu merumuskan kembali kriteria kelayakan usaha kecil agar jumlah kredit yang disetujui sesuai dengan kebutuhan usaha kecil.

 

4. Pengembangan Teknologi Tepat Guna

Untuk menyiapkan UKM memasuki pasar global yang kompetitif. salah satu kunci utama dan mungkin terutama adalah memiliki kemampuan merakit kerjasama bisnis (marketing network) di dalam dan di luar negeri (ekspor). Dalam keadaan ini. UKM perlu memanfaatkan informasi teknologi (IT) yang berkembang dewasa ini. Dengan kata lain perlu transparansi terhadap dari sistem administrasi manual kearah automasi dengan mendayagunakan komputer dalam mengelola usaha.

UKM di Indonesia masih menggunakan teknologi sederhana. Kenyataan ini membuat produktivitas UKM masih rendah. Kenyataan sekarang menunjukkan bahwa akses dan informasi sumber teknologi masih kurang dan tidak merata dan upaya penyebarluasannya kurang gencar. Untuk itu perlu kehadiran lembaga yang mengkaji teknologi yang ditawarkan oleh pasar kepada usaha kecil agar teknologi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimum. Teknologi ini hendaknya bersifat tepat guna dengan spesifikasi peralatan sesuai dengan kebutuhan. lnstansi pemerintah, non pemerintah dan perguruan tinggi berperan dalam mengidentifikasi, menemukan dan menyebarluaskan serta melakukan pembinaan teknis sehubungan dengan teknologi baru atau teknologi tepat guna secara intensif sehingga keterampilan tenaga kerja di UKM dapat ditingkatkan.

 

5. Menciptakan Iklim Kompetisi bagi UKM dan Usaha Besar

Undang-undang No.5, 1999 merupakan undang-undang yang melarang monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat. UU ini menyetarakan kedudukan antara UKM dan usaha besar yang dapat menciptakan kompetisi yang sehat. Untuk memudahkan masuk dan keluar pasar, perlu dilakukan pembenahan terhadap jalan, listrik, telepon, air serta fasilitas penanganan limbah dan gangguan. Karena Sarana ini akan sangat mendukung mobilitas pasar bagi UKM.

Dengan memperhatikan dan pembenahan terhadap keselurahan variable di atas, maka akan tercipta lingkungan yang kondusif dalam pengembangan UKM di Indonesia. Dimana, hingga saat ini UKM dipandang sebagai salah satu simpul kekuatan perekonomian di Indonesia

Categories: Uncategorized Tags:

UAS E-Commerce

January 17th, 2012 Comments off

1.         Apakah situs ub.ac.id termasuk e-commerce?  Jelaskan alasan anda dengan merujuk teori dari buku dan jurnal  yang sudah anda pelajari. Sebutkan sumbernya!

Menurut Bryan A. Garner menyatakan bahwa “E-Commerce the practice of buying and selling goods and services trough online consumer services on the Internet. The e,ashortened from electronic, has become a popular prefix for other terms associated with electronic transaction”. Dapat dikatakan bahwa pengertian e-commerce yang dimaksud adalah pembelian dan penjualan barang dan jasa dengan menggunakan jasa komputer online di Internet (dalam Abdul Halim Barakatullah dkk, 2005 : 12).

Pada situs ub.ac.id tercantum ada jasa layanan web hosting yang hal ini berarti penjualan jasa meskipun dalam lingkup yang kecil yakni layanan yang hanya dapat digunakan oleh lingkungan kampus. Selain itu, menurut menurut Kalakota dan Whinston (1997) ditinjau dari perspektif komunikasi, bahwa e-commerce merupakan pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan computer. Di situs ub.ac.id ditampilkan berbagai informasi seperti jurnal yang dapat diakses secara umum serta memberikan layanan kepada civitas akademika universitas brawijaya yang dapat di akses melalui jaringan computer. Dari berbagai pendapat para ahli serta konten yang ditampilkan pada situs ub.ac.id, dapat disimpulkan bahwa situs ini termasuk dalam kategori e-commerce.

2.         Berikan evaluasi terhadapat situs http://ub.ac.id beserta sub domainnya sesuai dengan teori yang sudah anda pelajari di kelas e-commerce. Berikan saran anda untuk pengembangannya.

                        Situs ub.ac.id memiliki system navigasi yang user friendly dengan antar muka yang cukup informative dan simple sehingga dapat dengan mudah di gunakan oleh pengunjung website ini. Dibanding dengan situs universitas terkemuka di Indonesia yang lainnya, situs ini sudah cukup bagus dalam tata kelola kontenya, apalagi pada 2012 ini telah diperbarui tampilannya, sehingga akan lebih menarik bagi para pengunjung situs ini.

Untuk evaluasinya, diharapakan pada masa mendatang agar membenahi update terbaru berita tentang kampus secara cepat dan lengkap beserta gambar. Karena selama ini menurut saya update berita terbaru agak kurang cepat, serta kurang detail dalam penyampaiannya. Terutama pada sub domain fakultas-fakultas tertentu. Selain itu, situs ini juga bisa di tampilkan timeline berita yang sudah ditampilkan sehingga para pengunjung dapat melihat berita yang telah lewat dengan mudah.

Pada masa sekarang dimana, perangkat mobile banyak digunakan untuk mengakses internet, seperti tablet PC yang menggunakan layar sentuh, sebaiknya pengelola situs ub.ac.id membuat konten yang didesain sesuai dengan alat yang digunakan. Misalnya, dengan membuat aplikasi yang dapat digunakan oleh perangkat mobile yang banyak digunakan masyarakat saat ini. Sehingga akan menawarkan pengalaman yang lebih baik pada saat menjelajah isi dari konten situs ini dan pengunjung tidak akan merasa bosan dalam mengunjungi situs ini.

3.    Jelaskan  kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan  UKM di Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya menggunakan E-commerce?  Berikan saran anda berdasar pengalaman negara lain yang sudah anda baca di jurnal-jurnal ilmiah (sciencedirect.com)

 

Kekuatan :

  • UKM di Indonesia memiliki produk yang unik serta beraneka ragam.
  • Memiliki pelanggan setia yang cukup banyak.

 

Kelemahan :

  • Belum bisa mengembangkan e-commerce secara efektif dalam hal pelayanan penjualan barang atau jasa.
  • Kuarangnya SDM yang berkualitas dalam pengembangan e-commerce ke tahap yang lebih lanjut, sehingga berakibat minimya inovasi dalam e-commerce yang mereka buat.

Peluang :

  • Pengguna internet di Indonesia yang tumbuh secara signifikan sehingga hal ini dapat menjadi potensi pasar yang cukup menguntungkan.
  • Media sosial menjadi gaya hidup dari sebgaian masyarakat Indonesia. Para UKM dapat memanfaatkan media ini untuk menjadi alat promosi yang lebih efektif serta efisien dalam biaya.

Hambatan :

  • Regulasi dari pengaturan transaksi elektronik di Indonesia masih carut marut yang dapat berdampak penyalahgunaan e-commerce oleh oknum tertentu.
  • Keamanan dari data konsumen pada transaksi elektronik di Indonesia, masih sangat lemah, sehingga dapat menjadi celah bagi para pelaku cyber crime untuk melakukan hacking.
  • Masyarkat Indonesia masih belum terbiasa dengan pola transaksi elektronik menggunakan media internet. Mereka masih lebih menyukai transaksi dilakukan secara langsung atau model konvensional.

Pada Journal of the UNE Asia Centre The University of New England Armidale, NSW 2351, Australia. Disebutkan bahwa untuk bisa mengembangkan e-commerce secara komprehensif, suatu UKM harus bisa membuat e-commerce yang mempunyai keamanan terjamin dalam transaksi yang dilakukan oleh konsumen serta melindungi data pribadi konsumen. Hal ini mutlak diperlukan untuk bisa menjamin kemamanan konsumen dari serangan cyber crime yang dapat menyerang mereka. Kebijakan pemerintah juga penting dalam upaya memberikan regulator dalam mengatur transaksi elektronik yang ada. Jadi, diperlukan peran pemerintah yang lebih mendalam dalam mengatur transaksi elektronik agar konsumen tidak mengalami kerugian.

 

Categories: Uncategorized Tags: